Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Alkes dan Obat-obatan dari Amerika Tak Perlu Izin BPOM? Ini Faktanya!
Advertisement . Scroll to see content

Alkes Pintar Berbasis Internet Banyak Dipakai di RS, Terbukti Efektif? 

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:50:00 WIB
Alkes Pintar Berbasis Internet Banyak Dipakai di RS, Terbukti Efektif? 
Ilustrasi alat kesehatan. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Perkembangan teknologi kesehatan di Indonesia semakin mengarah pada penggunaan alat kesehatan pintar berbasis internet atau Internet of Things (IoT). Teknologi ini mulai banyak diterapkan di rumah sakit untuk meningkatkan efisiensi pelayanan sekaligus mempermudah pemantauan kondisi pasien secara real time.

Penggunaan perangkat medis pintar dinilai menjadi bagian penting dalam transformasi layanan kesehatan modern, terutama di tengah percepatan digitalisasi rumah sakit.

Dijelaskan Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia Wilayah Jawa Timur, dr Bangun Trapsila Purwaka, Sp.OG., Subs.KFm., M.Kes, rumah sakit saat ini dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi kesehatan yang terus berubah.

"Perubahan regulasi dan percepatan digitalisasi membuat rumah sakit harus melakukan penyesuaian dalam sistem pelayanan maupun tata kelola," ujar Bangun dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (13/5/2026).

Pameran alat kesehatan. (Foto: Istimewa)
Pameran alat kesehatan. (Foto: Istimewa)

Menurutnya, salah satu teknologi yang mulai banyak digunakan ialah Hospital Information System (HIS) yang terintegrasi dengan rekam medis elektronik dan perangkat medis digital. 

Melalui sistem tersebut, data pasien dapat dipantau lebih cepat dan terhubung langsung antar unit pelayanan. Teknologi ini dinilai membantu tenaga medis mengambil keputusan lebih akurat dan efisien.

Selain itu, alat kesehatan berbasis internet juga memungkinkan pemantauan pasien dilakukan secara real time. Beberapa perangkat bahkan dapat mengirim data kondisi pasien secara otomatis ke sistem rumah sakit.

Bangun menilai penggunaan teknologi digital dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat keselamatan pasien.

"Rumah sakit saat ini membutuhkan teknologi yang mendukung akurasi diagnostik, efisiensi pelayanan, dan keselamatan pasien," kata dia.

Sementara itu, Direktur Marketing & Finance PT. Okta Sejahtera Insani, Yudha Imam Sutedja, mengatakan perkembangan alat kesehatan pintar kini semakin beragam, mulai dari monitor pasien terintegrasi, perangkat medis yang terhubung internet, hingga sistem pengelolaan data rumah sakit berbasis digital.

Menurut Yudha, teknologi tersebut membantu rumah sakit mempercepat layanan dan mengurangi risiko kesalahan administrasi maupun medis.

"Perangkat medis pintar memungkinkan rumah sakit bekerja lebih efektif karena data dapat dipantau secara terintegrasi," ujar Yudha.

Tak hanya itu, penggunaan teknologi digital juga dinilai membantu efisiensi operasional rumah sakit, termasuk dalam pengelolaan alat kesehatan dan pemantauan kebutuhan pasien.

Saat ini, transformasi teknologi kesehatan disebut menjadi kebutuhan penting bagi rumah sakit di Indonesia, seiring meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap layanan medis yang cepat, aman, dan modern.

Dengan jumlah rumah sakit di Jawa Timur yang mencapai lebih dari 400 fasilitas kesehatan, penerapan teknologi kesehatan digital diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa tahun mendatang.

Untuk mengetahui perkembangan teknologi alkes, Anda bisa melihatnya di acara Surabaya Hospital Expo ke-20 yang akan digelar di Exhibition Hall, Grand City Convex, Surabaya, Jawa Timur, pada 19 – 21 Mei 2026. Pameran industri kesehatan ini diselenggarakan paralel dengan seminar dan workshop Perumahsakitan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Jawa Timur ke-20.

Penyelenggaraan rangkaian Surabaya Hospital Expo juga kembali dilengkapi Pameran Layanan Kesehatan yang akan diadakan pada tanggal 19 – 24 Mei 2026 di Main Atrium – Grand City Mall, Surabaya Jawa Timur, yang akan diikuti oleh RSUP Surabaya (RS Kemenkes Surabaya), RS Mawaddah Medika, RS Mata Masyarakat Jawa Timur, RSUD dr. Mohamad Soewandhie Kota Surabaya, RSUD dr. Soetomo, Waron Hospital, RS Ubaya, RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, BAMUTU RS (Badan Akreditasi Mutu Rumah Sakit). 

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut