Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 5 Rekomendasi HP Rp3 Jutaan Terbaik dan Berkualitas 2025
Advertisement . Scroll to see content

Samsung Tutup Seluruh Pabrik di China

Kamis, 03 Oktober 2019 - 11:53:00 WIB
Samsung Tutup Seluruh Pabrik di China
Persaingan yang ketat dari merek lokal tidak lagi ekonomis bagi Samsung memproduksi ponsel di China. (Foto: GSM Arena)
Advertisement . Scroll to see content

SEOUL, iNews.id - Samsung menutup seluruh produksi di China setelah pengumuman penutupan pabrik terakhir di negara tersebut. Keputusan ini diambil akibat ketatnya persaingan dengan produsen lokal.

Padahal, pada 2017 pabrik Huizhou membuat 64 juta unit ponsel. Sementara secara global Samsung memproduksi 394 juta unit. Pada 2011, pabrikan membuat 70 juta ponsel, sementara di Tianjin menghasilkan 56 juta unit.

Dikutip GSM Arena, Kamis (3/10/2019), penutupan pabrik ini bukan berarti Samsung akan keluar dari China. Produsen elektronik Korea Selatan ini tetap akan menjual ponsel di sana.

Namun, persaingan yang ketat dari merek lokal tidak lagi ekonomis memproduksi ponsel di negara tersebut. Menurut seorang analis di Cape Investment and Securities Park Sung-soon, pangsa pasar Samsung telah menyusut ke angka 1 persen karena konsumen di China beralih ke merek lokal yang lebih terjangkau dan Huawei atau Apple bagi model premium.

Peralatan produksi dari pabrik China akan dipindahkan ke fasilitas lain di seluruh dunia. Di mana perusahaan telah memperluas kapasitas produksinya di negara-negara, seperti India dan Vietnam karena biaya produksi yang lebih rendah di sana.

Penjualan Samsung di China terdiri atas perangkat ODM di masa mendatang. Artinya, ponsel dibuat oleh pabrik non-Samsung dengan linsesi. Misalnya, Galaxy A10 yang dibuat oleh Jianxing Yongrui Electron Technology.

Penutupan pabrik di China bukan hanya dilakukan Samsung. Sony awal tahun ini memutuskan untuk menutup pabrik di Beijing.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut