Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kembangkan Robot AI, Hyundai Gandeng Google DeepMind dan NVIDIA
Advertisement . Scroll to see content

Mirip Manusia, Ini Robot Pertama di Dunia yang Bisa Bernapas, Berkeringat, dan Menggigil

Sabtu, 10 Juni 2023 - 12:05:00 WIB
Mirip Manusia, Ini Robot Pertama di Dunia yang Bisa Bernapas, Berkeringat, dan Menggigil
Ini Robot Pertama di Dunia yang Bisa Bernapas, Berkeringat, dan Menggigil (Foto: Christopher Goulet/ASU)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - ANDI bukan hanya sekadar nama. ANDI adalah robot canggih yang bisa bernapas, dan berkeringat, menggigil pertama di dunia. 

Thermetrics dan Arizona State University menciptakan manekin termal. Tak main-main, manekin ini tersebut peka terhadap panas mempunyai 35 permukaan yang dikontrol secara individual meniru keringat manusia. 

ANDI menghasilkan panas, menggigil, berjalan, dan bernapas, sehingga memungkinkan peneliti mempelajari efek suhu ekstrem pada tubuh manusia. 

Berbeda dengan robot berkeringan lainnya untuk pengujian garmen, ANDI satu-satunya yang mampu bekerja di luar ruangan. Fitur ini memungkinkan eksperimen di lingkungan panas ekstrem sebelumnya tidak dapat diakses. 

Peneliti juga bisa mempelajari dampak radiasi Matahari berkat robot ANDI. Peneliti ASU berencana menguji ANDI di daerah rawan panas di sekitar Phoenix, memeriksa bagaimana berbagai kelompok umur, tipe tubuh, dan kondisi medis merespons suhu tinggi. 

Dengan menggabungkan model yang disesuaikan untuk BMI, usia, dan kondisi medis, tim peneliti bertujuan untuk memahami beragam regulasi termal, termasuk individu dengan diabetes, sebagaimana dikutip dari Ubergizmo. 

Data yang dikumpulkan akan menginformasikan pengembangan intervensi seperti pendinginan pakaian dan teknologi pencegahan sengatan panas. Tujuan utamanya merancang solusi praktis secara kuantitatif untuk mengurangi risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh panas ekstrem.

Inovasi orisinal ini sangat menjanjikan untuk memajukan pengetahuan kita tentang respons tubuh manusia terhadap suhu ekstrem. Ini membuka jalan untuk mengembangkan strategi yang melindungi individu dari bahaya terkait panas dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut