Ilmuwan Ciptakan Kulit Buatan Gunakan Printer 3D, Hasilnya Lebih Alami dari Cangkok
JAKARTA, iNews.id - Ilmuwan berhasil menciptakan kulit buatan menggunakan printer 3D. Terobosan ini akan membantu orang pulih sepenuhnya dari luka bakar serius di masa depan.
Dibandingkan kulit buatan yang dibuat dengan teknologi lainnya, kulit bioprinting digadang-gadang mempunyai karakteristik mirip dengan kulit asli, sehingga bisa mempercepat proses penyembuhan luka dari sebelumnya.
Sebagaimana dikutip dari Gizmodo, dalam percobaan dengan tikus dan babi, peneliti menemukan kulit ciptaan mereka jauh lebih memuaskan, dengan jaringan parut yang lebih sedikit dari biasanya.
Hasilnya berbeda dengan cangkok kulit. Dengan metode ini biasanya tampilan alami kulit asli dengan cangkokan akan berbeda. Para peneliti di Wake Forest Institute for Regenerative Medicine percaya mereka mungkin dapat menggunakan teknik pencetakan 3D untuk menciptakan struktur seperti jaringan lebih natural.
Bioprinting menggunakan kombinasi sel hidup, nutrisi, dan bahan biologis lainnya untuk mereplikasi jaringan. Dalam hal ini, tim mampu membuat kulit bioprinting menggunakan keenam jenis sel kulit utama.
Ini dicampur dengan hidrogel khusus yang bertindak sebagai bio-tinda. Campuran yang dihasilkan tampak menyerupai kulit manusia dengan ketebalan penuh, lengkap dengan ketiga lapisan kulit yang kompleks.
Melalui percobaan pada hewan, kulit yang dicetak secara bioprint berhasil mendorong pertumbuhan cepat pembuluh darah baru dan jaringan yang tampak lebih sehat dibanding cangkok kulit.
“Penyembuhan kulit yang komprehensif adalah tantangan klinis yang signifikan, mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia, dengan pilihan yang terbatas,” kata Anthony Atala, direktur Wake Forest Institute for Regenerative Medicine.
Eksperimen di laboratorium dan hewan hanyalah langkah pertama untuk menunjukkan pengobatan atau obat potensial dapat bekerja sebagaimana mestinya. Diharapkan penelitian pada manusia bisa dilakukan dengan sempurna.
Editor: Dini Listiyani