BARCELONA, iNews.id – Xavi Hernandez masuk radar Federasi Sepak Bola Maroko jelang Piala Dunia 2026. Dia berpeluang kembali ke kursi pelatih setelah menganggur sejak 2024.
Mantan gelandang dan pelatih Barcelona itu belum menangani tim mana pun sejak meninggalkan klub Catalan pada 2024. Padahal, namanya sempat dikaitkan dengan sejumlah klub Eropa, termasuk peluang melatih di Premier League.
Federico Barba Buka-bukaan Penyebab Lini Pertahanan Persib Bandung Begitu kuat saat Main di GBLA
Xavi pertama kali menangani Barcelona pada 2021. Dia sukses mempersembahkan gelar La Liga musim 2022–2023 dan memberi debut tim utama kepada Lamine Yamal saat berusia 15 tahun. Dia juga berperan mengembangkan talenta muda seperti Pedri dan Gavi.
Meski membawa Barcelona juara liga pada musim keduanya, dia dipecat setelah tim finis posisi kedua pada musim 2023/2024. Posisi pelatih kemudian diisi Hansi Flick.
Xavi Resmi Gabung Liverpool, Jadi Tangan Kanan Arne Slot
Sejak saat itu, Xavi belum kembali ke dunia kepelatihan. Dalam wawancara bersama The Athletic pada 2025, dia mengungkap liga-liga yang sering dia ikuti.
“La Liga yang paling utama, lalu Premier League. Tidak terlalu mengikuti liga Prancis, tapi kadang saya menonton PSG atau Marseille, terutama Paris. Italia — saya mengikuti Como karena punya beberapa teman di sana, Sergi Roberto dan Cesc Fabregas," kata Xavi.
Man United Kontak Xavi Hernandez untuk Gantikan Erik ten Hag
"Saya punya teman dekat di Arab Saudi dan Qatar, jadi saya mengikuti liga di sana. Saya banyak menonton. Saya mencintai sepak bola. Saya juga mengikuti Panama karena teman saya ada di sana. Dan kadang Liga India, karena banyak pelatih Spanyol di sana," ujarnya.
Usai Dipecat Barcelona, Xavi Hernandez Tolak Tawaran Latih Timnas Korsel
Maroko Siapkan Xavi untuk Piala Dunia 2026
Menurut laporan Marca, Xavi menjadi kandidat impian Federasi Sepak Bola Maroko. Pelatih saat ini, Walid Regragui, disebut akan meninggalkan jabatannya usai kekalahan di final Piala Afrika melawan Senegal pada Januari.
Maroko akan tampil di Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Dalam turnamen tersebut, mereka tergabung bersama Brasil, Skotlandia, dan Haiti.
Marca menyebut federasi Maroko yakin Xavi mampu mengambil alih tim dalam waktu singkat. Pengalaman dia sebagai pemain juara Piala Dunia 2010 dan pelatih di level elite menjadi pertimbangan utama.
Namun, laporan The Athletic menyebut Regragui belum resmi meninggalkan posisinya. Media tersebut juga menegaskan Xavi masuk daftar kandidat pengganti, meski belum ada kesepakatan antara kedua pihak.
Jika kesepakatan tercapai, Xavi berpeluang memimpin tim nasional untuk pertama kalinya dalam karier kepelatihannya. Langkah itu akan menjadi babak baru setelah perjalanan panjangnya bersama Barcelona, baik sebagai pemain maupun pelatih.
Kini, masa depan Xavi menjadi sorotan menjelang pesta sepak bola terbesar dunia pada 2026. Keputusan akhir akan sangat menentukan arah karier dia berikutnya.
Editor: Reynaldi Hermawan