Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Link Live Streaming PSIM Yogyakarta Vs Persija Jakarta Sore Ini
Advertisement . Scroll to see content

Viral Tendangan Kungfu, Mauricio Souza Sebut Ini Masalah Serius Sepak Bola Indonesia

Rabu, 22 April 2026 - 08:01:00 WIB
Viral Tendangan Kungfu, Mauricio Souza Sebut Ini Masalah Serius Sepak Bola Indonesia
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza. (Foto: Persija)
Advertisement . Scroll to see content

BALI, iNews.id - Tendangan kungfu di kompetisi EPA U-20 langsung disorot pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza. Dia menyebut insiden tersebut sebagai masalah serius bagi sepak bola Indonesia.

Insiden itu terjadi dalam laga Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 melawan Dewa United Banten FC U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026). Video kejadian tersebut viral di media sosial dan memicu reaksi keras publik.

Dalam rekaman yang beredar, pemain Timnas Indonesia U-17, Fadly Alberto Hengga, terlihat menendang pemain Dewa United U-20, Rakha Nurkholis. Aksi tersebut menuai kecaman luas. Fadly kemudian menyampaikan permintaan maaf melalui akun media sosial pribadinya.

Souza menilai kejadian itu mencoreng nilai sportivitas, terutama di level usia muda. Dia menegaskan tindakan seperti itu harus mendapat hukuman berat agar tidak terulang.

"Dan tentang Dewa U-20 lawan Bhayangkara, saya sedih sekali terjadi seperti itu. Sebenarnya, saya pikir harus ada itu denda itu serius, untuk situasi seperti itu," kata Souza dalam konferensi pers jelang laga kontra PSIM Yogyakarta di Bali, Rabu (22/4/2025).

Sportivitas Dipertanyakan di Usia Muda

Menurut Souza, pemain di level U-20 sudah memahami konsekuensi dari tindakan mereka. Dia menilai tidak ada alasan untuk melakukan kekerasan di lapangan, apalagi hingga membahayakan lawan.

"Saya pikir tidak ada alasan pemain U-20 itu tidak ada yang namanya anak kecil. Mereka sudah tahu apa yang mereka lakukan. Dan sebenarnya sangat tidak baik kalau ada perkelahian seperti itu, bisa saja ada yang terluka dengan serius," ujarnya.

Souza menekankan protes kepada wasit masih dalam batas wajar sebagai bagian dari dinamika pertandingan. Namun, tindakan agresif secara fisik dinilai sudah melewati batas.

"Ini adalah masalah serius. Komplain itu bagian dari pertandingan, tapi kalau kita agresif dan kita pukul teman sendiri, tidak boleh. Dan harus dipikir itu dan tidak boleh terjadi itu dalam sepak bola lagi," ucap dia.

Persija Tak Luput dari Evaluasi

Souza juga menyinggung kondisi internal timnya. Dia mengakui pemain Persija kerap kesulitan mengendalikan emosi selama pertandingan berlangsung.

Hingga pekan ke-29 Super League 2025-2026, Persija telah mengoleksi delapan kartu merah. Catatan itu membuat Macan Kemayoran menjadi tim dengan jumlah kartu merah terbanyak kedua setelah Arema FC yang mengoleksi sembilan kartu merah.

"Kami sudah bicara dengan tim tentang situasi yang kalau tidak bisa dikontrol maka akan merugikan. Emosi adalah hal yang bisa bikin kami rugi di kompetisi ini karena ada banyak kartu," ungkap dia.

"Pastinya kalau tidak terjadi seperti itu pasti mungkin situasi akan lebih baik di klasemen. Ini jadi satu hal yang saya sampaikan ke pemain untuk lebih kontrol ketika banyak komplain ke wasit," tambahnya.

Di sisi lain, Persija Jakarta dijadwalkan menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali pada Selasa (22/4/2026) pukul 15.30 WIB. Pertandingan tersebut menjadi laga krusial bagi tim asuhan Mauricio Souza dalam menjaga peluang meraih gelar juara musim ini.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut