Viral Tendangan Kungfu, Mauricio Souza Sebut Ini Masalah Serius Sepak Bola Indonesia
BALI, iNews.id - Tendangan kungfu di kompetisi EPA U-20 langsung disorot pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza. Dia menyebut insiden tersebut sebagai masalah serius bagi sepak bola Indonesia.
Insiden itu terjadi dalam laga Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 melawan Dewa United Banten FC U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026). Video kejadian tersebut viral di media sosial dan memicu reaksi keras publik.
Dalam rekaman yang beredar, pemain Timnas Indonesia U-17, Fadly Alberto Hengga, terlihat menendang pemain Dewa United U-20, Rakha Nurkholis. Aksi tersebut menuai kecaman luas. Fadly kemudian menyampaikan permintaan maaf melalui akun media sosial pribadinya.
Souza menilai kejadian itu mencoreng nilai sportivitas, terutama di level usia muda. Dia menegaskan tindakan seperti itu harus mendapat hukuman berat agar tidak terulang.
Persija Dihantui Masalah Serius jelang Lawan PSIM
"Dan tentang Dewa U-20 lawan Bhayangkara, saya sedih sekali terjadi seperti itu. Sebenarnya, saya pikir harus ada itu denda itu serius, untuk situasi seperti itu," kata Souza dalam konferensi pers jelang laga kontra PSIM Yogyakarta di Bali, Rabu (22/4/2025).
Menurut Souza, pemain di level U-20 sudah memahami konsekuensi dari tindakan mereka. Dia menilai tidak ada alasan untuk melakukan kekerasan di lapangan, apalagi hingga membahayakan lawan.
PSIM Yogyakarta Tertekan! 11 Laga Tanpa Kemenangan, Laga Lawan Persija Jadi Penentu
"Saya pikir tidak ada alasan pemain U-20 itu tidak ada yang namanya anak kecil. Mereka sudah tahu apa yang mereka lakukan. Dan sebenarnya sangat tidak baik kalau ada perkelahian seperti itu, bisa saja ada yang terluka dengan serius," ujarnya.
Souza menekankan protes kepada wasit masih dalam batas wajar sebagai bagian dari dinamika pertandingan. Namun, tindakan agresif secara fisik dinilai sudah melewati batas.
PSIM vs Persija di Bali, Mauricio Souza Sebut Faktor Penentu Kemenangan
"Ini adalah masalah serius. Komplain itu bagian dari pertandingan, tapi kalau kita agresif dan kita pukul teman sendiri, tidak boleh. Dan harus dipikir itu dan tidak boleh terjadi itu dalam sepak bola lagi," ucap dia.
Souza juga menyinggung kondisi internal timnya. Dia mengakui pemain Persija kerap kesulitan mengendalikan emosi selama pertandingan berlangsung.
Persija Diuji PSIM di Venue Netral, Eksel Runtukahu: Kami Datang untuk Menang!
Hingga pekan ke-29 Super League 2025-2026, Persija telah mengoleksi delapan kartu merah. Catatan itu membuat Macan Kemayoran menjadi tim dengan jumlah kartu merah terbanyak kedua setelah Arema FC yang mengoleksi sembilan kartu merah.
"Kami sudah bicara dengan tim tentang situasi yang kalau tidak bisa dikontrol maka akan merugikan. Emosi adalah hal yang bisa bikin kami rugi di kompetisi ini karena ada banyak kartu," ungkap dia.
"Pastinya kalau tidak terjadi seperti itu pasti mungkin situasi akan lebih baik di klasemen. Ini jadi satu hal yang saya sampaikan ke pemain untuk lebih kontrol ketika banyak komplain ke wasit," tambahnya.
Di sisi lain, Persija Jakarta dijadwalkan menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali pada Selasa (22/4/2026) pukul 15.30 WIB. Pertandingan tersebut menjadi laga krusial bagi tim asuhan Mauricio Souza dalam menjaga peluang meraih gelar juara musim ini.
Editor: Reynaldi Hermawan