Transfer Emiliano Martinez ke Juventus Gagal? 2 Masalah Jadi Sandungan
TURIN, iNews.id – Emiliano Martinez dan Juventus kembali jadi sorotan setelah Aston Villa memasang harga tinggi senilai 10 juta Euro atau setara Rp204,06 miliar plus bonus, angka yang langsung membuat manajemen Si Nyonya Tua mengerem langkah.
Juventus memang menjadikan kiper timnas Argentina itu sebagai target utama untuk mengisi sektor penjaga gawang. Musim ini, performa Michele Di Gregorio dan Mattia Perin dinilai belum stabil, sehingga klub mencari sosok berpengalaman sebagai solusi cepat.
Menurut laporan Sky Sport Italia, Martinez masuk kriteria ideal Juventus. Dia punya mental juara, pengalaman panjang di level tertinggi, serta reputasi kuat usai membawa Argentina berjaya di level internasional.
Masalah utama muncul dari sikap Aston Villa. Klub Liga Inggris itu menilai harga 10 juta Euro plus add-ons pantas, meski usia Martinez segera menginjak 34 tahun pada September mendatang.
Situasi ini membuat Juventus berhitung ulang. Klub menilai nilai transfer tersebut terlalu tinggi untuk pemain veteran, apalagi kondisi keuangan ikut terpengaruh kegagalan lolos ke Liga Champions musim depan.
Di sisi lain, Martinez justru memberi sinyal positif. Dia terbuka mencoba tantangan baru di Serie A, bahkan tetap tertarik bergabung meski Juventus absen dari kompetisi elite Eropa.
Namun, hambatan tidak berhenti di banderol transfer. Gaji Martinez juga jadi pertimbangan serius. Saat ini, dia meminta bayaran 5 juta Euro per musim atau sekitar Rp102,03 miliar, angka yang dinilai terlalu berat untuk struktur gaji Juventus.
Pakar transfer Gianluca Di Marzio menegaskan Juventus masih meminati kiper berjuluk Dibu itu, tetapi klub belum siap memenuhi tuntutan Aston Villa sekaligus paket gajinya.
Martinez sendiri baru saja tampil membela Argentina dalam kemenangan 2-0 atas Austria. Dia bergabung dengan Aston Villa pada 2020 setelah ditebus dari Arsenal dengan nilai 17,4 juta Euro atau sekitar Rp355,06 miliar.
Sepanjang kariernya, dia lebih banyak berkiprah di Inggris. Satu-satunya pengalaman di luar negeri terjadi saat menjalani masa peminjaman di Getafe pada musim 2017-2018, sebelum akhirnya menjelma jadi salah satu kiper terbaik dunia.
Editor: Reynaldi Hermawan