Timnas Malaysia Hentikan Program Naturalisasi, Indonesia Mau Ikutan?
KUALA LUMPUR, iNews.id – Timnas Malaysia menghentikan sementara program naturalisasi pemain. Bagaimana dengan Indonesia?
Presiden Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM), Datuk Hamidin Mohd Amin mengungkapkan program ini dijalankan sebagai buntut kegagalan skuad Harimau Malaya pada Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Nantinya FAM akan menugaskan tiga komite untuk memantau efektivitas program penyetopan naturalisasi itu.

Tiga pihak yang dimaksud adalah Komite Pengelola Tim Nasional Sepak Bola, Komite Teknis dan Pengembangan Sepak Bola Remaja, dan Komite Program Naturalisasi. Pengamatan mereka akan disampaikan pada November mendatang.
“Pemain naturalisasi adalah salah satu hal yang diperbolehkan di FIFA. Namun, kami akan menunggu terlebih dahulu hasil evaluasi dari program tersebut yang telah berjalan selama beberapa waktu terakhir,” ujar sang presiden dilansir dari media Malaysia, hmetro, Selasa (17/8/2021).
"Untuk saat ini, proyek naturalisasi dari FAM ditunda," ujarnya.
Keputusan tersebut tentunya merupakan langkah yang berani dari negara tetangga tersebut. Tapi nilai plusnya, pemain asli Malaysia akan mendapatkan kesempatan yang lebih besar untuk tampil di level internasional.
Selain itu, para pelatih dan pemandu bakat tentunya akan lebih memberikan perhatian pada perkembangan pemain lokal dan bibit-bibit muda di negaranya.

Namun, rasanya keputusan seperti itu tidak dapat diterapkan di Indonesia. Sebaliknya, Indonesia justru butuh program naturalisasi untuk menambal posisi dalam skuad yang belum matang.
Terlebih lagi, Liga Indonesia tidak kunjung dimulai sehingga menyulitkan pelatih Timnas untuk menyeleksi pemain dalam skuad.
Editor: Reynaldi Hermawan