Timnas Kongo Wajib Isolasi 21 Hari jelang Piala Dunia 2026 akibat Wabah Ebola
KINSHASA, iNews.id – Timnas Kongo wajib menjalani isolasi selama 21 hari jelang tampil di Piala Dunia 2026 akibat wabah Ebola yang kembali merebak di negaranya.
Kongo sebelumnya sukses memastikan tiket Piala Dunia 2026 setelah lolos lewat playoff antarkonfederasi dan mengalahkan Jamaika pada laga final.
Keberhasilan itu membuat Kongo kembali tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 1974.
Namun persiapan mereka menuju turnamen justru terganggu wabah Ebola varian Bundibugyo yang kembali muncul di negara tersebut.
Laporan terbaru menyebut terdapat 750 kasus suspek dan 177 dugaan kematian akibat virus tersebut di Kongo.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menaikkan tingkat risiko Ebola di Kongo menjadi “sangat tinggi” pada Jumat waktu setempat.
Situasi itu membuat sejumlah agenda pelepasan tim nasional di ibu kota Kinshasa dibatalkan, termasuk acara bersama Presiden Felix Tshisekedi dan sesi latihan terbuka.
Masalah semakin besar setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memberlakukan aturan ketat kepada rombongan Kongo.
Seluruh pemain dan staf diwajibkan menjalani isolasi selama 21 hari sebelum diperbolehkan masuk ke Amerika Serikat untuk mengikuti Piala Dunia 2026.
Aturan tersebut berlaku bagi seluruh pemegang paspor non-Amerika Serikat yang pernah berada di Kongo, Uganda, atau Sudan Selatan dalam 21 hari terakhir.
Kongo dijadwalkan menjalani laga uji coba melawan Denmark di Belgia dan Chile di Spanyol sebelum tampil di Piala Dunia.
Namun skuad berjuluk The Leopards tersebut diperkirakan baru bisa tiba di Houston pada 11 Juni 2026. Mereka akan menghadapi Portugal pada laga pertama Grup K enam hari kemudian.
Direktur eksekutif gugus tugas Piala Dunia Gedung Putih Andrew Giuliani menegaskan aturan tersebut wajib dipatuhi.
“Kami sudah sangat jelas kepada Kongo agar menjaga integritas gelembung isolasi selama 21 hari sebelum mereka bisa datang ke Houston pada 11 Juni,” kata Giuliani kepada ESPN.
“Kami juga sudah menegaskan kepada pemerintah Kongo jika mereka harus menjaga gelembung itu atau berisiko tidak bisa bepergian ke Amerika Serikat,” sambungnya.
Meski begitu, pihak Kongo memastikan program persiapan tim tetap berjalan normal.
“Kami tetap menjalankan program latihan. Tidak ada pemain dalam skuad yang datang dari Kongo,” kata juru bicara tim kepada Al Jazeera.
Mayoritas pemain Kongo memang bermain di Eropa, termasuk Aaron Wan-Bissaka, Yoane Wissa, Cedric Bakambu, dan Arthur Masuaku.
Kongo tergabung di Grup K Piala Dunia 2026 bersama Portugal, Kolombia, dan Uzbekistan.
Editor: Abdul Haris