Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Timnas Indonesia U-23 Absen di Asian Games 2026? PSSI Beri Respons Tegas
Advertisement . Scroll to see content

Timnas Indonesia U-23 Terancam Absen di Asian Games 2026, KOI Anggap Format Sepak Bola Tak Lazim

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:30:00 WIB
Timnas Indonesia U-23 Terancam Absen di Asian Games 2026, KOI Anggap Format Sepak Bola Tak Lazim
Ketua KOI Raja Sapta Oktohari (kiri). (Foto: iNews/Andika Rachmansyah)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kabar Timnas Indonesia U-23 terancam absen di Asian Games 2026 Nagoya, Jepang, memantik reaksi keras Komite Olimpiade Indonesia. Ketua KOI Raja Sapta Oktohari menilai perubahan format cabang olahraga sepak bola tidak lazim dan minim sosialisasi.

Raja Sapta Oktohari menyebut KOI sudah bergerak cepat merespons isu tersebut. Dia mengaku langsung berkomunikasi dengan Dewan Olimpiade Asia untuk meminta penjelasan terkait format baru sepak bola di Asian Games 2026.

Isu yang berkembang menyebut Timnas Indonesia U-23 tidak bisa tampil karena perubahan aturan. OCA bersama Konfederasi Sepak Bola Asia menetapkan hanya 16 tim peserta, yang seluruhnya merupakan negara lolos Piala Asia U-23 2026.

Dengan format tersebut, Garuda Muda terancam tersingkir karena gagal menembus putaran final Piala Asia U-23 2026. Meski begitu, hingga kini belum ada kepastian resmi terkait penerapan aturan tersebut di Asian Games Nagoya.

PSSI juga belum menerima surat resmi dari OCA atau AFC. Urusan multi-event seperti Asian Games sepenuhnya diserahkan kepada KOI, sehingga federasi sepak bola nasional masih menunggu kejelasan.

Raja Sapta Oktohari menilai format sepak bola Asian Games tanpa kualifikasi terasa janggal. Dia menegaskan selama ini Asian Games bersifat terbuka dan diikuti seluruh negara peserta, berbeda dengan kejuaraan berbasis kualifikasi.

Dia juga menyoroti kemungkinan keterbatasan tuan rumah Nagoya sebagai latar perubahan format. Menurut dia, alasan teknis tetap harus disampaikan secara terbuka dan adil kepada seluruh negara peserta.

Okto mengingatkan sepak bola memiliki basis penggemar terbesar di Asian Games. Pembatasan jumlah peserta dinilai merugikan daya tarik ajang dan mengurangi antusiasme publik Asia terhadap pesta olahraga empat tahunan tersebut.

KOI menegaskan komunikasi dengan OCA terus berjalan. Raja Sapta Oktohari berharap dialog langsung, termasuk melalui Presiden OCA, bisa memengaruhi kebijakan akhir terkait format sepak bola Asian Games 2026.

Dia juga menyampaikan dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam upaya tersebut. KOI bersama federasi sepak bola negara Asia lain berkomitmen menyuarakan agar cabang olahraga sepak bola Asian Games dapat diikuti seluruh negara, tanpa kebijakan sepihak dari tuan rumah.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut