Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kasus Tendangan Kungfu Fadly Alberto Masuk Meja Komdis, Sanksi Segera Diputus
Advertisement . Scroll to see content

Timnas Indonesia U-17 Tersingkir, Kurniawan Buka Alasan Pakai Taktik Bertahan vs Vietnam

Senin, 20 April 2026 - 11:50:00 WIB
Timnas Indonesia U-17 Tersingkir, Kurniawan Buka Alasan Pakai Taktik Bertahan vs Vietnam
Kurniawan Dwi Yulianto minta maaf setelah Timnas Indonesia U-17 gagal di Piala AFF 2026 dan ungkap alasan strategi bertahan lawan Vietnam.(Foto: PSSI)
Advertisement . Scroll to see content

SIDOARJO, iNews.id - Langkah Timnas Indonesia U-17 di Piala AFF U-17 2026 harus terhenti di fase grup. Garuda Asia hanya mampu finis di posisi ketiga Grup A dengan koleksi empat poin.

Hasil tersebut membuat Indonesia gagal bersaing dengan Vietnam dan Malaysia yang berhasil mengamankan tiket ke semifinal. Vietnam keluar sebagai juara grup dengan tujuh poin, disusul Malaysia dengan enam poin.

Kegagalan ini langsung direspons oleh pelatih Kurniawan Dwi Yulianto. Dia menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas hasil yang tidak sesuai target awal.

"Saya mengapresiasi dan memohon maaf atas permainan yang mungkin dilihat sedikit mengecewakan. Tapi memang target kita bisa lolos ke semifinal," kata Kurniawan Dwi Yulianto usai laga.

Laga terakhir melawan Vietnam di Stadion Gelora Delta Sidoarjo berakhir tanpa gol. Indonesia harus puas bermain imbang 0-0 dalam pertandingan penentu tersebut.

Hasil imbang itu sekaligus mengakhiri peluang Indonesia untuk melaju ke babak berikutnya. Meski tampil disiplin, Garuda Asia tidak mampu mencetak gol yang dibutuhkan.

Alasan Strategi Bertahan Lawan Vietnam

Kurniawan mengungkapkan alasan utama penggunaan strategi bertahan dalam laga krusial tersebut. Dia memilih pendekatan defensif dengan mengandalkan serangan balik sebagai rencana permainan.

Menurut dia, skema tersebut disiapkan untuk meredam kekuatan Vietnam yang dikenal agresif sejak awal pertandingan.

"Terus sebenarnya kita mengapresiasi apa yang dilakukan, kerja keras pemain, karena memang kita men-setting game plan kita untuk bertahan dan serangan balik," ujarnya.

Namun strategi tersebut tidak berjalan maksimal di lapangan. Transisi dari bertahan ke menyerang dinilai belum efektif dalam menciptakan peluang berbahaya.

"Tapi memang ketika kita counter attack hasilnya belum begitu maksimal," ucapnya.

Kurniawan menegaskan hal ini menjadi catatan penting jelang persiapan turnamen berikutnya. Dia menyebut Piala Asia U-17 akan menjadi evaluasi besar bagi tim.

"Itu menjadi catatan sebelum kami tampil di Piala Asia," kata dia.

Meski gagal mencapai target, dia tetap memberikan apresiasi terhadap kerja keras para pemain. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk memperbaiki performa di level yang lebih tinggi.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut