Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dihajar China 0-7, Timnas Indonesia U-17 Buka Opsi Pemain Diaspora demi Piala Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Timnas Indonesia U-17 Dibantai China 0-7, Nova Arianto Akui Jarak Level Terbuka Lebar

Senin, 09 Februari 2026 - 07:14:00 WIB
Timnas Indonesia U-17 Dibantai China 0-7, Nova Arianto Akui Jarak Level Terbuka Lebar
Timnas Indonesia U-17 kalah telak 0-7 dari China U-17 di Tangerang, Nova Arianto mengakui performa tim masih jauh dari harapan jelang Piala Asia U-17 2026. (Foto: Timnas Indonesia)
Advertisement . Scroll to see content

TANGERANG, iNews.idTimnas Indonesia U-17 menelan kekalahan telak 0-7 dari China U-17 dalam laga uji coba. Hasil yang langsung membunyikan alarm keras jelang Piala Asia U-17 2026.

Pertandingan persahabatan tersebut berlangsung di Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Minggu (8/2/2026) malam WIB. Sejak menit awal, Garuda Muda tampil di bawah tekanan dan kesulitan mengimbangi tempo permainan lawan.

China U-17 mencetak empat gol di babak pertama setelah memanfaatkan kesalahan demi kesalahan lini pertahanan Indonesia. Intensitas tinggi yang diperagakan tim tamu membuat Timnas Indonesia U-17 gagal keluar dari tekanan.

Situasi tak banyak berubah selepas jeda. China U-17 kembali menambah tiga gol di babak kedua, memastikan kemenangan telak tujuh gol tanpa balas di kandang Indonesia.

Nova Arianto Bicara Blak-blakan

Pelatih Timnas Indonesia U-17 Nova Arianto tidak menutup mata atas hasil tersebut. Dia mengakui performa timnya jauh dari standar yang diharapkan sejak awal persiapan.

“Oke. Yang pasti, pertama secara ekspektasi pastinya jauh dari harapan kami. Dari apa yang kita persiapkan, dari pertandingan, dari sebelum pertandingan, secara ekspektasi memang sangat jauh dari harapan kami,” kata Nova dalam konferensi pers pascalaga, dikutip Senin (9/2/2026).

Meski kalah telak, Nova tetap melihat nilai pembelajaran penting dari pertandingan ini. Menurut dia, kualitas dan intensitas permainan tim-tim Asia berada di level yang tidak bisa dianggap enteng.

“Kita tahu, China juga menjadi salah satu tim yang sangat baik dalam pertandingan hari ini. Dan saya kira pemain sudah berjuang sangat maksimal hari ini, dan itu yang ingin saya lihat dari pemain. Agar pemain bisa belajar ya, belajar dari pertandingan hari ini apa yang harus kita perbaiki,” papar mantan pemain Persib Bandung tersebut.

Nova juga menyoroti latar belakang skuad yang dia tangani saat ini. Timnas Indonesia U-17 diperkuat pemain-pemain baru yang sehari-hari tampil di Elite Pro Academy U-18 bersama Garuda United U-18.

Dari seluruh skuad, hanya Mirza Firjatullah yang berstatus alumnus Piala Dunia U-17 2025. Kondisi tersebut membuat adaptasi ke level internasional berjalan tidak mudah.

“Mungkin di EPA dia bisa buat apapun, saat salah sedikit kita masih bisa survive. Tapi kalau dengan lawan-lawan seperti China, kita buat salah sedikit pastinya akan menjadi masalah buat gawang kita,” ujar Nova.

Perbedaan kualitas ini menjadi pekerjaan rumah besar mengingat Timnas Indonesia U-17 sedang bersiap tampil di Piala Asia U-17 2026 yang akan digelar di Arab Saudi pada April hingga Mei mendatang.

Nova menilai solusi paling realistis terletak pada peningkatan jam terbang internasional. Dia menyebut sudah menyampaikan kebutuhan tersebut kepada PSSI agar timnya mendapat lebih banyak laga uji coba.

“Tetapi kita masih ada waktu hampir satu atau dua bulan menuju ke sana (Piala Asia U-17 2026),” tutup Nova.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut