Timnas Belanda Dapat Penghargaan FIFA usai Cetak Rekor Memalukan di Piala Dunia 2026
AMSTERDAM, iNews.id – Timnas Belanda memang mencatat hasil terburuk sepanjang sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia 2026. Namun, di balik kegagalan tersebut, De Oranje tetap membawa pulang penghargaan FIFA Fair Play Award berkat catatan disiplin terbaik selama turnamen berlangsung.
Piala Dunia 2026 ditutup dengan keberhasilan Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 melalui gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu. La Roja pun mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya sepanjang sejarah.
Argentina harus puas menjadi runner-up setelah gagal mempertahankan gelar yang diraih pada edisi 2022. Bahkan, tim asuhan Lionel Scaloni mencatat rekor yang tidak diinginkan karena menjadi tim pertama yang gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran dalam final Piala Dunia.
Di sisi individu, Lionel Messi gagal merebut Sepatu Emas. Kapten Argentina itu mengakhiri turnamen dengan koleksi delapan gol, terpaut dua gol dari penyerang Prancis Kylian Mbappe yang keluar sebagai pencetak gol terbanyak dengan 10 gol.
Jude Bellingham dari Inggris dan Erling Haaland asal Norwegia sama-sama mencetak tujuh gol. Sementara Harry Kane dan Ousmane Dembele mengoleksi enam gol sepanjang turnamen.
Selain penghargaan pencetak gol terbanyak, FIFA juga memberikan Bola Emas kepada kapten Spanyol Rodri sebagai pemain terbaik turnamen. Lionel Messi meraih Bola Perak, sedangkan Kylian Mbappe memperoleh Bola Perunggu.
Penghargaan Kiper Terbaik atau Golden Glove jatuh kepada Unai Simon setelah hanya kebobolan satu gol dalam delapan pertandingan. Bek muda Spanyol Pau Cubarsi juga dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026.
Di tengah dominasi Spanyol dalam berbagai kategori penghargaan, Belanda justru mencuri perhatian lewat penghargaan yang jarang menjadi sorotan, yakni FIFA Fair Play Award.
Belanda meraih penghargaan tersebut meski langkah mereka terhenti di babak 32 besar usai kalah adu penalti dari Maroko. Selama turnamen, De Oranje hanya menerima tiga kartu kuning dan tidak mendapatkan satu pun kartu merah sehingga menjadi tim dengan catatan disiplin terbaik.
Berdasarkan regulasi FIFA, penghargaan FIFA Fair Play Award diberikan kepada asosiasi anggota peserta yang menempati peringkat pertama dalam penilaian fair play. Sebagai bagian dari penghargaan tersebut, FIFA bersama McDonald's akan menjalankan program pengembangan sosial sepak bola di wilayah asosiasi pemenang dengan anggaran hingga 50.000 dolar Amerika Serikat.
Meski memperoleh penghargaan tersebut, hasil itu tentu tidak cukup menghibur Belanda. De Oranje mencatat pencapaian terburuk dalam sejarah mereka di Piala Dunia setelah gagal melewati babak 32 besar.
Tak lama setelah tersingkir dari Maroko, Ronald Koeman mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pelatih Timnas Belanda melalui media sosial.
1970: Peru
1974: Jerman Barat
1978: Argentina
1982: Brasil
1986: Brasil
1990: Inggris
1994: Brasil
1998: Inggris dan Prancis
2002: Belgia
2006: Brasil dan Spanyol
2010: Spanyol
2014: Kolombia
2018: Spanyol
2022: Inggris
2026: Belanda
Editor: Reynaldi Hermawan