Terungkap! Pelatih Norwegia Pernah Meninggal 7 Menit sebelum Bawa Haaland Cs ke 8 Besar Piala Dunia 2026
MIAMI, iNews.id – Pelatih Timnas Norwegia Stale Solbakken menyimpan kisah luar biasa sebelum membawa negaranya melaju ke perempat final Piala Dunia 2026. Pria berusia 58 tahun itu pernah dinyatakan meninggal secara klinis selama tujuh menit setelah mengalami serangan jantung ketika masih aktif sebagai pemain.
Peristiwa tersebut terjadi pada 13 Maret 2001 saat Solbakken menjalani sesi latihan bersama klub Denmark, Copenhagen. Ketika itu, mantan gelandang Timnas Norwegia yang tampil di Piala Dunia 1998 dan Euro 2000 tiba-tiba kolaps di lapangan setelah jantungnya berhenti berdetak.
Rekan-rekannya langsung memanggil dokter tim, Frank Odgaard. Ambulans tiba sekitar delapan menit kemudian untuk memberikan penanganan darurat.
Odgaard kemudian mengungkapkan kondisi Solbakken saat itu sangat kritis.
"Dia secara klinis sudah meninggal. Ini benar-benar keajaiban dia masih hidup. Jantungnya telah berhenti berdetak," kata Odgaard dikutip dari The Sun.
Solbakken kemudian menjalani perawatan intensif menggunakan alat bantu hidup di rumah sakit. Dia tidak sadarkan diri selama 26 jam, sementara pihak klub mendatangi rumahnya untuk menyampaikan kabar buruk kepada sang istri, Anniken.
Belakangan diketahui Solbakken lahir dengan kelainan pada jantung. Dokter kemudian memasang alat pacu jantung untuk menyelamatkan nyawanya. Kondisi tersebut memaksanya mengakhiri karier sebagai pemain sepak bola profesional.
Beberapa tahun setelah kejadian tersebut, Solbakken mengenang pengalaman yang mengubah hidupnya.
"Ya, itu pengalaman yang dramatis, tetapi sebenarnya jauh lebih berat bagi keluarga saya dibandingkan bagi saya sendiri karena saya tidak merasakan apa pun," ujar Solbakken.
"Rasanya seperti lampu tiba-tiba padam. Orang tua saya langsung terbang ke Denmark. Saya diberi tahu saat berada di pesawat ibu saya mulai merencanakan pemakaman saya," tuturnya.
"Awalnya mereka khawatir apakah saya akan selamat, kemudian apakah otak saya mengalami kerusakan. Itulah yang menghantui keluarga saya dan rekan-rekan setim yang melihat saya roboh, meninggal, lalu hidup kembali," ucapnya.
"Pengalaman seperti itu jelas mengubah banyak hal. Saya rasa setelah semuanya tenang, pengalaman itu membantu saya membedakan mana yang benar-benar penting dalam hidup dan mana yang tidak."
Setelah pensiun, Solbakken langsung beralih menjadi pelatih. Sebelum insiden tersebut, dia sempat menjalani karier singkat di Inggris bersama Wimbledon pada musim 1997-1998. Meski direkrut dengan nilai transfer 250.000 pounds atau sekitar Rp6,07 miliar, dia hanya tampil enam kali sebelum dijual ke Aalborg.
Karier kepelatihannya mulai bersinar bersama Copenhagen. Lima tahun setelah serangan jantung, dia dipercaya menangani klub tersebut dan sukses mempersembahkan lima gelar Liga Denmark pada periode pertamanya. Setelah sempat melatih FC Koln di Jerman, dia menerima tawaran menangani Wolverhampton Wanderers pada Juli 2012.
Karier Solbakken di Wolves tidak berjalan mulus. Meski sempat membawa tim berada di papan atas Championship, performa mereka merosot hingga akhirnya dia dipecat setelah tersingkir dari Piala FA oleh klub nonliga Luton Town.
Solbakken kemudian kembali ke Copenhagen pada 2013 dan menghabiskan tujuh tahun berikutnya di sana. Total dia mengabdi selama 12 setengah tahun dalam dua periode dan menambah tiga gelar Liga Denmark lagi sebelum ditunjuk menjadi pelatih Timnas Norwegia pada Desember 2020.
Sempat berada di bawah tekanan setelah gagal membawa Norwegia lolos ke Euro 2024, Solbakken berjanji mundur jika tidak mampu mengakhiri penantian 28 tahun negaranya tampil di Piala Dunia.
Dia akhirnya menjawab tantangan tersebut dengan sempurna. Norwegia menyapu bersih delapan pertandingan kualifikasi, Erling Haaland mencetak 16 gol, Italia dipaksa menjalani play-off, dan kini Norwegia sudah mencatat empat kemenangan di Piala Dunia 2026. Mereka akan menghadapi Inggris pada babak perempat final dengan mimpi mencetak sejarah yang lebih besar.
Editor: Reynaldi Hermawan