Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Claudio Ranieri Siap Jadi Pelatih Timnas Italia: Kalau Negara Memanggil, Saya Bilang Ya!
Advertisement . Scroll to see content

Terungkap! Francesco Totti Pernah Bikin Pelatih Jenius Eropa Dihujat Fans AS Roma

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:00:00 WIB
Terungkap! Francesco Totti Pernah Bikin Pelatih Jenius Eropa Dihujat Fans AS Roma
Luis Enrique pernah mendapat tekanan besar dari fans Roma setelah berani mencadangkan Francesco Totti demi mempertahankan idealisme sepak bolanya. (Foto: 90min)
Advertisement . Scroll to see content

ROMA, iNews.id - Luis Enrique pernah menjadi musuh besar fans AS Roma gara-gara keberaniannya mencadangkan Francesco Totti. Meski dihujat pendukung Giallorossi, pelatih Paris Saint-Germain itu tetap mempertahankan idealismenya tanpa kompromi.

Kisah tersebut diungkap mantan direktur olahraga Roma, Walter Sabatini, dalam wawancara bersama media Spanyol As yang dikutip La Gazzetta dello Sport. Sabatini membongkar bagaimana perjalanan singkat Luis Enrique di ibu kota Italia meninggalkan kesan mendalam meski hanya berlangsung satu musim.

Sabatini mengaku pertama kali mengenal Luis Enrique melalui agen Dario Canovi. Saat itu, mantan pelatih Barcelona B tersebut disebut ingin mencoba tantangan baru sebagai pelatih kepala di Italia.

Sebelum merekrutnya, Roma lebih dulu mengirim Frederic Massara dan Pasquale Sensibile untuk mempelajari metode kepelatihan Luis Enrique di Barcelona. Setelah melihat langsung, Sabatini langsung yakin.

“Tidak ada seorang pun yang pernah mempertimbangkannya sebagai pelatih Serie A. Dia adalah sosok unik dalam sepak bola Italia,” kata Sabatini.

Namun, perjalanan Luis Enrique di Roma tidak berjalan mudah. Musim tersebut berakhir dengan posisi ketujuh Serie A dan kegagalan lolos ke kompetisi Eropa.

Luis Enrique Berani Sentuh Totti

Salah satu momen paling kontroversial terjadi saat Luis Enrique berani mencadangkan Francesco Totti. Keputusan itu langsung memicu kemarahan besar dari fans Roma.

“Di Roma seperti ini: siapa pun yang menyentuh Totti melakukan dosa besar,” ujar Sabatini.

Menurut dia, Luis Enrique sadar penuh risiko dari keputusan tersebut. Namun, pelatih asal Spanyol itu menolak mengorbankan prinsip hanya demi mencari dukungan publik.

“Luis Enrique tahu betul mempertanyakan Totti berarti menggali kuburannya sendiri. Meski begitu, dia tidak ingin mengkhianati idealismenya demi keuntungan pribadi. Dia adalah sosok yang sangat konsisten,” tuturnya.

Meski hubungan keduanya tetap saling menghormati, keputusan mencadangkan Totti tetap membuat Luis Enrique dibenci sebagian besar fans Roma. Bahkan, Totti sempat memberi julukan “Zichichi” kepada Luis Enrique, merujuk ilmuwan terkenal Italia sebagai bentuk kekaguman.

“Dia tidak peduli dengan apa yang dipikirkan orang lain. Dia menjalankan gaya bermainnya dan menerima semua konsekuensinya,” kata Sabatini.

Metode kepelatihan Luis Enrique juga meninggalkan kesan besar bagi para pemain Roma saat itu. Sabatini mengungkap Daniele De Rossi sering terkejut dengan detail latihan yang diterapkan sang pelatih.

“Dia datang ke kantor saya dan berkata: ‘Dalam latihan dia mengembangkan begitu banyak konsep hingga saya merasa seperti belum pernah bermain sepak bola sebelumnya,’” ujar Sabatini.

Menurut Sabatini, De Rossi sangat menikmati filosofi permainan Luis Enrique. Dia menyebut mantan gelandang Timnas Italia itu jatuh cinta dengan gaya sepak bola modern yang dibawa pelatih asal Spanyol tersebut.

Di luar lapangan, Luis Enrique juga dikenal memiliki disiplin tinggi. Meski tinggal di sisi lain Kota Roma, dia rutin bersepeda menuju pusat latihan Trigoria setiap hari.

Kebiasaan tersebut disebut mencerminkan karakter Luis Enrique yang mandiri, keras kepala, dan konsisten. Sikap itu pula yang akhirnya membawa dia sukses besar bersama PSG di level tertinggi sepak bola Eropa.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut