Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Dilaporkan Dukung Presiden FIFA Infantino Jadi Sekjen PBB, Gantikan Guterres
Advertisement . Scroll to see content

Terlibat Keributan dengan Paredes, Gavi Justru Minta FIFA Tak Hukum Pemain Argentina

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:57:00 WIB
Terlibat Keributan dengan Paredes, Gavi Justru Minta FIFA Tak Hukum Pemain Argentina
Gelandang Argentina, Leandro Paredes (kedua kanan) mendorong Gavi hingga terjatuh usai final Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026;) dini hari WIB. (Foto: FIFA)
Advertisement . Scroll to see content

BARCELONA, iNews.idGavi justru meminta FIFA tidak menghukum para pemain Timnas Argentina meski dia terlibat keributan dengan Leandro Paredes selepas final Piala Dunia 2026. Gelandang Timnas Spanyol itu menilai ketegangan dan agresivitas masih menjadi bagian dari sepak bola.

Spanyol menjadi juara dunia untuk kedua kalinya setelah mengalahkan Argentina 1-0 pada pertandingan final di New York New Jersey Stadium, Minggu (19/7/2026). Duel berlangsung keras dan membuat Argentina harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.

Enzo Fernandez mendapat kartu merah dalam laga tersebut. Namun, ketegangan tidak berhenti setelah wasit meniup peluit panjang.

Gavi ikut terseret dalam kekacauan selepas pertandingan. Pemain Barcelona itu terlibat perselisihan dengan Paredes ketika suasana di lapangan memanas.

Insiden lain juga terjadi saat pelatih Argentina, Roberto Ayala, terlihat memukul Dani Olmo. Sejumlah kejadian tersebut kemudian menjadi perhatian FIFA.


Gavi Tak Mau Pemain Argentina Diskors

Meski terlibat langsung dalam keributan, Gavi tidak ingin pemain Argentina dijatuhi larangan bermain. Dia memahami aksi agresif tersebut memberikan gambaran kurang baik kepada anak-anak.

“Tidak, tidak. Sejujurnya, saya rasa mereka tidak seharusnya diskors. Saya memahami itu bukan gambaran yang baik untuk anak-anak, tetapi menurut saya sepak bola juga memiliki sisi yang sedikit lebih agresif,” kata Gavi kepada Cope.

Gavi menilai hukuman seharusnya diberikan ketika pertandingan masih berlangsung. Menurut dia, kartu merah sudah menjadi tindakan paling masuk akal untuk merespons pelanggaran di lapangan.

“Mungkin hal yang paling logis bagi saya adalah mengeluarkan dia saat pertandingan, lalu selesai. Namun, seperti yang saya katakan, pada akhirnya menurut saya semua ini adalah sepak bola dan seharusnya selalu seperti itu,” ujarnya.

Sikap Gavi menarik perhatian karena dia menjadi salah satu pemain yang terlibat dalam ketegangan tersebut. Namun, dia memilih tidak mendorong FIFA menjatuhkan hukuman tambahan kepada pemain Argentina.


FIFA Buka Penyelidikan

FIFA telah membuka penyelidikan terhadap berbagai insiden yang terjadi setelah final Piala Dunia 2026. Penyelidikan tersebut berpotensi menyeret sejumlah pemain Argentina.

Beberapa pemain Argentina disebut dapat menghadapi larangan bermain akibat tindakan mereka selepas pertandingan. Namun, FIFA masih menelaah kejadian sebelum menentukan sanksi.

Di tengah ancaman hukuman tersebut, Gavi memilih mengambil sikap berbeda. Dia menilai insiden di lapangan tidak perlu berujung pada skors tambahan selama tindakan disiplin sudah diberikan saat pertandingan.

Spanyol tetap merayakan keberhasilan merebut gelar juara dunia kedua. Sementara itu, Argentina kini menunggu hasil penyelidikan FIFA atas kericuhan setelah laga final.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut