Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trauma Kalah! Anak Didik Herry IP Akui Ganda Putra Indonesia Jadi Ancaman Serius di Malaysia Open 2026
Advertisement . Scroll to see content

Terbongkar! Enzo Maresca Diam-Diam Negosiasi dengan Dua Klub Raksasa Sebelum Dipecat Chelsea

Jumat, 02 Januari 2026 - 07:22:00 WIB
Terbongkar! Enzo Maresca Diam-Diam Negosiasi dengan Dua Klub Raksasa Sebelum Dipecat Chelsea
Enzo Maresca negosiasi dengan dua klub raksasa sebelum dipecat Chelsea (Foto: Sky Sports)
Advertisement . Scroll to see content

LONDON, iNews.id - Chelsea resmi berpisah dengan Enzo Maresca pada Hari Tahun Baru setelah performa tim dinilai mengecewakan. Namun, seiring pengumuman tersebut, fakta baru terkait kepergian sang pelatih mulai terungkap dan memicu sorotan tajam publik sepak bola Inggris.

Dalam beberapa bulan sebelum pemecatannya, Maresca disebut telah melakukan komunikasi dengan perwakilan dari dua klub besar.

Langkah itu dinilai sebagai tindakan yang tidak menghormati Chelsea, terlebih di tengah situasi internal klub yang sedang tidak stabil dan hubungan Maresca dengan manajemen yang dikabarkan memburuk.

Salah satu pengungkapan paling mencolok adalah adanya pembicaraan mengenai peluang Maresca kembali ke Manchester City, klub lamanya. Pelatih asal Italia tersebut memang memiliki rekam jejak di Etihad, termasuk menangani tim U-21 Manchester City pada musim 2020–2021 dan sempat menjadi asisten Pep Guardiola.

Menurut laporan, Maresca beberapa kali berdiskusi dengan pihak Manchester City terkait kemungkinan menjadi pengganti Guardiola di masa depan.

Secara kontrak, Maresca memang diwajibkan melaporkan setiap komunikasi dengan klub lain kepada Chelsea. Klub yang terlibat dalam pembicaraan tersebut disebut adalah Manchester City dan raksasa Serie A, Juventus.

Meski telah mematuhi kewajiban kontrak, Sky Sports melaporkan bahwa manajemen Chelsea tetap menilai langkah Maresca sebagai bentuk ketidakprofesionalan.

Dalam laporan yang sama, Maresca juga disebut kurang memiliki ketabahan mental dan kematangan emosional, serta beberapa kali mengabaikan masukan dari tim medis klub.

Pernyataannya soal “48 jam terburuk” juga diklaim sebagai respons emosional terhadap saran yang diberikan tim medis Chelsea.

Usai kemenangan Chelsea 2-0 atas Everton pada Desember lalu, Maresca sempat mengatakan:

“Cara para pemain ingin belajar sangat fantastis dan inilah alasan mengapa saya memuji mereka - karena dengan begitu banyak masalah, mereka melakukannya dengan sangat baik setelah minggu yang rumit.”

“Sejak saya bergabung dengan klub, 48 jam terakhir adalah yang terburuk karena banyak orang tidak mendukung kami.”

Pasca pemecatan Maresca, Chelsea kini bergerak cepat untuk menunjuk pelatih permanen baru. Dari sejumlah nama yang beredar, pelatih kepala Strasbourg, Liam Rosenior, disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk mengisi kursi panas di Stamford Bridge.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut