Taruhan Besar Shin Tae-yong di Persija Jakarta, Juara atau Gengsi Ambruk
JAKARTA, iNews.id – Shin Tae-yong resmi menjadi pelatih Persija Jakarta, dan keputusan ini langsung memicu sorotan tajam pengamat sepak bola nasional Akmal Marhali. Dia menilai penunjukan pelatih asal Korea Selatan tersebut bukan sekadar transfer pelatih, melainkan pertaruhan reputasi besar demi ambisi juara Super League musim depan.
Persija mengikat Shin Tae-yong dengan kontrak berdurasi tiga musim. Langkah ini menunjukkan keseriusan Macan Kemayoran mengejar titel tertinggi kompetisi domestik. Shin Tae-yong juga membawa sejumlah asisten yang sebelumnya bekerja bersama dia saat menangani Timnas Indonesia.
Akmal menyebut kehadiran Shin Tae-yong memberi warna baru bagi sepak bola nasional. Pengalaman besar pelatih tersebut, termasuk saat menangani Korea Selatan di Piala Dunia 2018, dinilai menjadi nilai tambah signifikan bagi Persija yang haus prestasi.
"Saya pikir ini hal bagus buat sepak bola Indonesia ya, dengan hadirnya Shin Tae-yong, mantan pelatih Tim Nasional Indonesia dan juga mantan pelatih Korea Selatan di Piala Dunia 2018, yang kemudian menangani Persija Jakarta," kata Akmal Marhali kepada iNews Media Group, Selasa (16/6/2026).
Akmal juga menyoroti faktor emosional pendukung. Dia melihat masih banyak fans yang berharap Shin Tae-yong kembali ke Timnas Indonesia. Situasi ini membuat setiap langkah Shin Tae-yong di Persija selalu berada di bawah pengawasan publik.
"Di tengah juga banyak fans Shin Tae-yong yang masih berharap Shin Tae-yong bisa kembali menangani Timnas Indonesia," tambahnya.
Persija memasang target tinggi pada musim debut Shin Tae-yong. Gelar juara Super League menjadi misi utama, sekaligus tantangan terberat bagi pelatih berusia 55 tahun tersebut.
Akmal mengaku sangat menantikan bagaimana Shin Tae-yong membangun kekuatan tim di level klub, setelah sebelumnya sukses membentuk karakter Timnas Indonesia.
"Artinya ini menjadi tantangan buat Shin Tae-yong tersendiri untuk bisa membangun Persija seperti halnya saat dia membangun Timnas Indonesia," ucapannya.
Menurut Akmal, musim Super League 2026-2027 akan menjadi panggung penentuan bagi nama besar Shin Tae-yong. Dia menilai pelatih tersebut bakal memaksimalkan seluruh sumber daya Persija demi hasil instan.
Akmal memaparkan dua kemungkinan ekstrem dari keputusan Shin Tae-yong menerima pinangan Persija. Sukses mengantar Macan Kemayoran juara akan membuat reputasi dia semakin melambung di Indonesia, sekaligus memperbesar dorongan publik agar dia kembali ke kursi pelatih Timnas Indonesia.
"Ada dua pilihan misalnya, atau ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. Yang pertama, kalau Shin Tae-yong sukses mengantarkan Persija juara, maka namanya akan terus berkibar di Indonesia dan pastinya fans-fans Shin Tae-yong yang ada di Indonesia akan kian masif lagi mendorong Shin Tae-yong untuk back to Timnas Indonesia," kata Akmal.
Sebaliknya, kegagalan bersama Persija berpotensi menjadi pukulan telak. Akmal menilai hasil buruk akan menurunkan gengsi Shin Tae-yong di mata publik sepak bola nasional.
“Namun di sisi lain, andaikan Shin Tae-yong gagal bersama Persija, ini akan bisa menurunkan gengsi Shin Tae-yong saat menangani Timnas Indonesia. Artinya ada dua sisi mata pisau yang dihadapi Shin Tae-yong ketika dia menerima tawaran melatih Persija," tambahnya.
Editor: Reynaldi Hermawan