Tampil Menyerang, Indonesia Kalah Tipis Dari Suriah
CIKARANG, iNews.id- Tim nasional Indonesia U-23 takluk 2-3 dari Suriah U-23 dalam laga persahabatan di di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang (16/11/2017). Walau tampil menyerang, pertahanan Garuda Muda malah kecolongan lewat permainan efektif tim tamu.
Pada paruh pertama, jala tuan rumah bergetar lebih dulu di menit ke-30. Tendangan keras pemain Suriah dari luar kotak penalti awalnya bisa ditepis sang kiper, Satria Tama, namun bola muntah segera disontek Moumen Naji untuk membuat timnya unggul.
Tak butuh waktu lama bagi Garuda Muda untuk menyamakan kedudukan. Lewat skema serangan cantik menit ke-35, Septian David membuat penonton di stadion bergemuruh. Umpan Ilham Udin dari sisi kanan lapangan dapat dikonversi menjadi gol, oleh pemain bernomor punggung 29 itu.
Garuda Muda kembali tertinggal pada menit ke-43 lewat gol kedua Naji dari tendangan bebas. Tendangan kaki kirinya meluncur deras ke gawang tanpa bisa tersentuh kiper.
Indonesia segera membalas semenit berselang, lewat serangan dari sisi kiri. Lewat umpan silang Febri, Osvaldo akhirnya sukses menjebol gawang Suriah dengan tandukan keras.
Pada babak kedua publik tuan rumah kembali bungkam. Abd Al Rahman Barakat berhasil merobek gawang Tama di menit-52 dengan tendangan first time dari jarak dekat, hasil umpan tarik Ahmad Al Ahmad.
Berusaha membalikkan keadaan, pelatih Luis Milla menurunkan Egy Maulana di menit ke-74 menggantikan Osvaldo. Namun hasilnya nihil, karena pemain nomor 10 itu ternyata tak mampu berbuat banyak hingga pertandingan berakhir.
SUSUNAN PEMAIN:
INDONESIA U-23 (4-2-3-1):
Satria Tama; Putu Gede, Hansamu Yama, Ricky Fajrin, Rezaldi Hehanussa; Muhammad Hargianto, Evan Dimas; Osvaldo Haay( Egy Maulana 74), Septian David Maulana (Miftahul Hamdi 74), Febri Haryadi; Ilham Udin
Pelatih: Luis Milla
Suriah U-23 (4-4-2):
Yazen Ourabi; Jihad Busmar, Abdullah Jniat, Fares Arnaout, Ahmad Ashkar; Ahmad Alghalab, Mouhamad Anez (Zakaria Hannan 86), Yousef Al Hamwi, Zeid Ghrir; Abd Rahman Barakat, Moumen Naji
Pelatih: Hussein Afash
Editor: Khoiril Tri Hatnanto