Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Neymar Kembali Latihan Bareng Timnas Brasil, Siap Comeback?
Advertisement . Scroll to see content

Striker Pantai Gading Dicekal Masuk Kanada, Skandal Spot-Fixing Guncang Piala Dunia 2026

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:45:00 WIB
Striker Pantai Gading Dicekal Masuk Kanada, Skandal Spot-Fixing Guncang Piala Dunia 2026
Striker Timnas Pantai Gading, Elye Wahi. (Foto: WEB.DE)
Advertisement . Scroll to see content

TORONTO, iNews.id – Striker Timnas Pantai Gading, Elye Wahi, dilarang memasuki Kanada untuk pertandingan Piala Dunia 2026 melawan Jerman pada Sabtu (20/6/2026), setelah terseret dalam penyelidikan dugaan pengaturan taruhan di Ligue 1.

Keputusan ini membuat Wahi tidak bisa bergabung dengan skuad Pantai Gading untuk laga penting di fase grup, meski sebelumnya dia sempat tampil sebagai starter saat kemenangan atas Ekuador.

Pemain berusia 23 tahun itu tengah menjadi sorotan setelah diduga terlibat dalam praktik spot-fixing ketika membela Nice pada laga melawan Metz pada Mei lalu.

Spot-fixing sendiri merupakan praktik memengaruhi kejadian spesifik dalam pertandingan demi keuntungan dari pasar taruhan.


Investigasi dan Penolakan Visa di Tengah Turnamen

Menurut laporan The Athletic, kejaksaan Marseille mengonfirmasi adanya penangkapan seorang pesepak bola Ligue 1 terkait dugaan penipuan terorganisir, korupsi olahraga, pencucian uang, dan aliran dana ilegal.

Meski nama Wahi tidak disebut langsung, laporan tersebut mengarah pada pemain berusia 23 tahun yang kini menjadi bagian skuad Pantai Gading.

Pada waktu yang sama, Ligue de Football Professionnel (LFP) menyatakan telah menerima laporan terkait lonjakan taruhan tidak wajar pada kartu kuning yang melibatkan Elye Wahi.

Federasi sepak bola Pantai Gading (FIF) mengaku tidak menerima pemberitahuan resmi terkait proses hukum terhadap pemainnya, namun memastikan Wahi tidak memperoleh izin masuk ke Kanada.

“Federasi Sepak Bola Pantai Gading telah mencatat berbagai artikel dan informasi yang dipublikasikan pada Rabu, 17 Juni 2026, terkait pemain internasional Elye Wahi. Hingga saat ini, FIF belum menerima pemberitahuan resmi terkait proses hukum apa pun yang melibatkannya,” demikian pernyataan FIF.

“Dalam periode yang sangat sensitif ini, FIF memberikan dukungan penuh kepada pemain dan menegaskan kepercayaannya kepadanya. Elye Wahi tetap menjadi bagian penting tim nasional Pantai Gading,” lanjut pernyataan tersebut.

FIF juga menegaskan Wahi tidak dapat bergabung dengan rombongan tim ke Kanada karena izin administratif tidak berhasil diperoleh.

“Dia akan tetap berada di Amerika Serikat sambil menunggu kepulangan tim,” tulis federasi tersebut.

Pantai Gading dijadwalkan menghadapi Jerman di Toronto, kemudian melawan Curacao di Philadelphia pada laga berikutnya.


Status Hukum dan Dampak di Lapangan

Kejaksaan Marseille menyebut investigasi mencakup dugaan penipuan terorganisir, korupsi olahraga, pengelolaan hasil kejahatan, serta pencucian uang.

Wahi sempat ditahan untuk pemeriksaan sebelum akhirnya dibebaskan, sementara proses penyelidikan masih berlangsung.

Kasus ini berawal dari kartu kuning yang ia terima saat melawan Metz, yang menjadi kartu kelima musim itu dan membuatnya terkena sanksi pada laga play-off degradasi Nice.

Meski begitu, dia kembali tampil pada leg kedua dan mencetak dua gol yang membantu Nice bertahan di Ligue 1.

LFP menegaskan belum membuka sanksi disiplin karena masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.

“Kami belum mengambil langkah disipliner, namun tetap berhak melakukannya tergantung perkembangan investigasi,” tulis LFP dalam pernyataannya.


Bukan Kasus Tunggal di Piala Dunia 2026

Wahi menjadi pemain kedua yang gagal masuk Kanada pada ajang ini setelah Thomas Partey dari Ghana juga mengalami penolakan visa.

Partey sebelumnya tidak diizinkan masuk karena kasus hukum yang masih berjalan di Inggris, meski dia telah membantah seluruh tuduhan.

Insiden ini menambah daftar kontroversi di Piala Dunia 2026 yang kini ikut disorot bukan hanya dari sisi olahraga, tetapi juga aspek hukum para pemain.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut