Strategi Gila! Klub Liga Inggris Undang Petarung MMA Demi Hentikan Teror Bola Mati
BRIGHTON, iNews.id - Brighton and Hove Albion menggunakan petarung MMA sebagai strategi inovatif untuk memperkuat pertahanan menghadapi situasi bola mati atau set piece di Premier League.
Langkah ini muncul di tengah tren serangan bola mati yang semakin dominan musim ini. Banyak klub memaksimalkan situasi tersebut, termasuk ancaman lemparan jauh ala Rory Delap yang kembali populer dan kekuatan duel udara Arsenal.
Sebagai salah satu tim dengan postur pemain relatif lebih kecil, Brighton harus mencari cara berbeda untuk bertahan dari tekanan fisik lawan. Tim ini dikenal mengandalkan permainan umpan pendek dan tempo cepat, bukan duel udara.
Meski begitu, catatan Brighton justru mengejutkan. Mereka menjadi tim dengan pertahanan set piece terbaik di liga dengan hanya kebobolan lima gol dari situasi bola mati, mengungguli Arsenal dan Brentford.
Gelandang Liverpool Kasih Lampu Hijau Pindah ke Inter Milan, Negosiasi Dimulai!
Keberhasilan ini tidak lepas dari pendekatan pelatih kepala Fabien Hurzeler yang mendorong metode latihan tidak konvensional. Salah satu langkah paling mencolok adalah menghadirkan petarung MMA ke sesi latihan tim.
Gelandang muda Jack Hinshelwood mengungkapkan pengalaman tersebut. Dia menyebut sesi latihan dengan petarung MMA dilakukan beberapa bulan lalu untuk meningkatkan kemampuan duel fisik dan penjagaan satu lawan satu.
Cara Nonton Link Live Streaming Indonesia vs Korsel Semifinal Piala Uber 2026, Klik di Sini!
Fabien Hurzeler menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut. “Kami mendatangkannya karena kami telah berbicara banyak tentang bola mati, pemblokiran, dan tren baru di Liga Premier,” kata dia. dikutip Sport Bible.
Pendekatan ini fokus pada kemampuan duel individu, terutama dalam situasi kontak fisik. Teknik dari MMA dinilai relevan karena tekanan cara mengontrol tubuh dan mengalahkan lawan dalam duel satu lawan satu.
Line Up Indonesia Vs Korsel di Semifinal Piala Uber 2026: Putri KW Hadapi Ranking 1 Dunia
"Pada momen-momen tertentu, Anda harus cukup tangguh dalam duel pribadi. Ada berbagai cara menggunakan tubuh dan keterampilan Anda untuk memenangkan duel satu lawan satu, terutama dalam bola mati, dan petarung MMA selalu melakukan duel satu lawan satu," Hurzeler menambahkan.
Dia menilai banyak pelajaran bisa diambil dari cabang olahraga lain.
Timnas Indonesia U-17 Tancap Gas, Siap Hadapi China di Laga Perdana Piala Asia U-17 2026
“Tugas mereka adalah menemukan cara untuk mengalahkan lawannya dan kami senang mendapatkan ide dari olahraga lain," ujarnya.
Metode ini terbukti memberi dampak positif. Brighton kini lebih kuat dalam duel fisik meski tidak unggul dari badan segi tinggi. Tim juga lebih siap menghadapi tekanan dari lawan dengan postur yang lebih besar.
Hurzeler menegaskan perintahnya tidak ingin mudah dikalahkan.
"Kami tidak ingin dikalahkan dengan mudah saat menghadapi tim-tim yang lebih tinggi. Kami mungkin tidak terlalu fisik dalam hal tinggi badan kami, namun selalu ada cara untuk bertahan dan menyerang dalam duel satu lawan satu ini."
Pendekatan inovatif ini akan kembali diuji saat Brighton menghadapi Newcastle, Sabtu (2/5/2026). Laga tersebut menjadi tantangan baru untuk melihat efektivitas metode unik ini dalam menghadapi tekanan fisik di lapangan.
Editor: Reynaldi Hermawan