Statistik Calvin Verdonk di Ligue 1 Disorot, Layak Starter Liga Champions?
LILLE, iNews.id - Calvin Verdonk memastikan tempat di Liga Champions musim depan bersama Lille setelah klub asal Prancis itu finis di posisi ketiga klasemen akhir Ligue 1. Kepastian ini lahir dari drama besar pada pekan terakhir kompetisi yang berlangsung penuh tekanan.
Lille sebenarnya mengakhiri laga penutup musim dengan hasil pahit. Bermain di Stade Pierre-Mauroy, mereka justru tumbang 0-2 dari Auxerre dalam pertandingan yang sangat menentukan posisi akhir klasemen.
Dalam laga tersebut, Verdonk tidak langsung turun sebagai starter. Bek Timnas Indonesia itu baru dimainkan pada awal babak kedua menggantikan Romain Perraud yang lebih dulu mengisi posisi bek kiri.
Auxerre menjadi mimpi buruk Lille lewat dua gol Lassine Sinayoko. Penyerang tersebut mencetak gol pada menit ke-31 dan 89 yang membuat peluang kemenangan tuan rumah sirna.
Meski kalah, Lille tetap beruntung karena pesaing terdekat juga gagal meraih hasil maksimal di laga lain. Situasi itu membuat posisi mereka di zona Liga Champions tetap aman.
Rennes yang masih memiliki peluang menyalip justru terpeleset saat menjamu Marseille. Kekalahan 1-3 membuat Rennes harus puas turun ke posisi keenam dengan 59 poin dan gagal mengamankan tiket Liga Champions.
Marseille justru mengambil keuntungan dari hasil tersebut dan naik ke posisi kelima dengan jumlah poin sama. Sementara Lille tetap bertahan di peringkat ketiga dengan 61 poin dari 34 pertandingan.
Di sisi lain, Lyon juga gagal memanfaatkan momentum di laga terakhir. Mereka kalah telak 0-4 dari Lens di kandang sendiri, hasil yang memupus harapan menembus tiga besar.
Lyon akhirnya finis di posisi keempat dengan 60 poin dan harus melewati jalur playoff untuk bisa tampil di fase utama Liga Champions musim depan.
Di tengah kepastian Lille lolos ke Liga Champions, sorotan kini mengarah pada Calvin Verdonk. Statistiknya di Ligue 1 musim 2025/2026 mulai jadi bahan evaluasi jelang musim kompetisi Eropa.
Secara data, Verdonk mencatat 18 pertandingan dengan total 786 menit bermain. Dia hanya tujuh kali menjadi starter sepanjang musim.
Dari sisi disiplin, dia mengoleksi tiga kartu kuning dan satu kartu merah. Catatan ini memperlihatkan peran yang masih fluktuatif di skuad utama Lille.
Meski begitu, status Lille sebagai penghuni tiga besar Ligue 1 tetap membuat Verdonk akan mencicipi panggung Liga Champions musim depan. Klubnya akan bersaing dengan tim-tim elite Eropa setelah finis di belakang Paris Saint-Germain dan Lens.
Situasi ini memunculkan pertanyaan besar jelang musim baru: apakah statistik Verdonk yang masih terbatas cukup untuk membuat dia layak jadi starter di ajang sebesar Liga Champions, atau dia harus kembali bersaing ketat di dalam skuad Lille?
Editor: Reynaldi Hermawan