Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Juventus Manfaatkan Peluang, Gelandang Bundesliga Siap Direkrut Gratis
Advertisement . Scroll to see content

Spalletti Kritik Wasit usai Juventus Ditahan Lazio, Akhiri Protes dengan Ciuman 

Senin, 09 Februari 2026 - 06:28:00 WIB
Spalletti Kritik Wasit usai Juventus Ditahan Lazio, Akhiri Protes dengan Ciuman 
Luciano Spalletti meluapkan kemarahan soal wasit usai Juventus imbang 2-2 melawan Lazio, bahkan mengakhiri protesnya dengan aksi mencium pewawancara. (Foto: Juventus)
Advertisement . Scroll to see content

TURIN, iNews.idLuciano Spalletti meluapkan kemarahan keras soal kepemimpinan wasit usai Juventus ditahan imbang Lazio 2-2. Sebuah ledakan emosi yang berakhir dengan aksi tak terduga saat dia mencium pewawancara untuk menegaskan sudut pandangnya.

Laga Serie A tersebut berlangsung kacau. Juventus sempat tertinggal dua gol lebih dulu lewat Pedro dan Gustav Isaksen, sebelum bangkit dan menyamakan skor melalui sundulan Weston McKennie serta Pierre Kalulu.

Drama pertandingan sudah terasa sejak awal. Gol Teun Koopmeiners dianulir karena posisi offside Khephren Thuram pada situasi skor 0-0, keputusan yang memicu perdebatan panjang di pinggir lapangan.

Kontroversi tak berhenti di situ. Dalam proses terjadinya gol yang dianulir, terdapat dugaan pelanggaran Mario Gila terhadap Juan Cabal. Analis perwasitan DAZN Italia, Luca Marelli, menilai situasi tersebut seharusnya berujung penalti untuk Juventus.

Tuntutan Wasit Profesional dan Ledakan Emosi

Situasi tersebut membuat Spalletti melontarkan kritik panjang soal standar dan interpretasi wasit.

“Wasit bisa menafsirkannya sesuka hati, karena bek tidak berhati-hati saat melakukan tekel sliding, jadi dia mengambil risiko,” ujar Spalletti.

“Saya tidak di sini untuk mengatakan penalti atau tidak. Dia bisa saja berlari kembali ke arah bola, tetapi saya memilih melihatnya lebih luas,” lanjut dia.

Spalletti menyoroti masalah utama dalam sepak bola modern, yakni inkonsistensi interpretasi aturan. “Semua orang sekarang memprotes soal aturan, tetapi selalu ada interpretasi. Tekanan saat kaki terinjak, handball yang tidak dilihat siapa pun di stadion tetapi diperbesar kamera, semuanya terbuka untuk penafsiran,” ucapnya.

Dia menegaskan tidak semua kontak layak berujung hukuman.

“Anda tidak bisa menyamaratakan setiap kontak sebagai penalti,” kata pelatih Juventus tersebut dengan nada tinggi.

Spalletti kemudian mengaitkan insiden tersebut dengan pertandingan lain melawan Atalanta. Dalam laga itu, penalti diberikan akibat handball yang bahkan tidak disadari Ederson saat dia mengirimkan umpan silang.

Rant tersebut semakin melebar hingga membuat suasana wawancara memanas. Spalletti terlihat frustrasi dengan standar kepemimpinan pertandingan yang menurut dia terus berubah-ubah dari satu laga ke laga lain.

Untuk menegaskan maksud ucapannya soal perbedaan antara kontak dan dampak pelanggaran, Spalletti melakukan aksi mengejutkan. Dia mencium pewawancara sambil menyampaikan pesan singkat, “Kontak bukan berarti benturan.”

Aksi itu langsung menjadi sorotan, menutup wawancara penuh emosi yang mencerminkan ketegangan Juventus terhadap keputusan wasit dalam laga dramatis kontra Lazio.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut