Siapa Pengganti Iran di Piala Dunia 2026 Jika Batal Tampil? Ini Kandidat Terkuat
WASHINGTON, iNews.id – Iran menghadapi kemungkinan absen dari Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, setelah serangan mendadak Amerika Serikat dan Israel menewaskan Ayatollah Ali Khamenei. Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menyatakan kemungkinan timnya tidak bisa tampil di turnamen yang sudah mereka loloskan ini.
Iran sebelumnya sudah lolos ke Piala Dunia 2026 dan masuk Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Jadwal pertandingan mereka di Amerika Serikat termasuk melawan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni, Belgia pada 21 Juni, dan Mesir di Seattle pada 26 Juni.
Serangan AS-Israel digambarkan sebagai langkah "pre-emptive" terhadap Iran yang dituding ingin mengembangkan senjata nuklir. Donald Trump mengonfirmasi bahwa serangan ini menarget tokoh kunci, termasuk Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan tersebut.
Retaliasi Iran segera terjadi dengan serangan dilaporkan terjadi di beberapa negara Teluk, termasuk Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Arab Saudi. Suasana di Qatar bahkan memaksa komentator Richard Keys berhenti siaran, sementara legenda Liverpool, Graeme Souness, tertahan di Abu Dhabi karena serangan ini.
Resmi! Piala Dunia 2026 Terapkan Aturan VAR Baru, Pakai Teknologi Lebih Luas
Mehdi Taj berbicara di televisi publik Iran di Teheran.
"Dengan apa yang terjadi hari ini dan serangan Amerika Serikat, kemungkinan besar kami tidak bisa menatap Piala Dunia, tapi keputusan ada pada pimpinan olahraga," kata Taj dikutip dari Marca.
Kabar Buruk! Cristiano Ronaldo Terancam Absen di Piala Dunia 2026
Meski begitu, hingga saat ini Iran belum secara resmi mundur dari turnamen.
Jika Iran benar-benar absen, ada kemungkinan Irak menggantikan mereka. Irak saat ini akan bertanding di play-off kontinental melawan Bolivia atau Suriname untuk memperebutkan tiket ke Piala Dunia. Uni Emirat Arab bisa menggantikan posisi Irak di play-off bila hal ini terjadi.
Timnas Iran Ragu Main di Piala Dunia 2026 usai Serangan AS-Israel
FIFA pun memantau situasi secara intens. Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menyatakan kepada media: "Kami mengikuti perkembangan sama seperti yang Anda baca. Fokus kami tetap pada Piala Dunia yang aman dan semua tim dapat berpartisipasi. Kami akan terus berkomunikasi dengan ketiga negara tuan rumah."
Ketua Federasi Isyaratkan Timnas Iran Batal Main di Piala Dunia 2026, Liga Domestik Disetop Total
Masa depan Iran masih bisa berubah. Jurnalis sepak bola Philippe Auclair mengatakan kepada talkSPORT, perubahan rezim di Iran bisa memungkinkan tim tetap tampil. Ia menambahkan bahwa tim nasional Iran sering dianggap sebagai representasi rakyat, bukan pemerintah.
Banyak pemain aktif memprotes kebijakan represif rezim sejak 1979, termasuk protes besar yang menewaskan beberapa pemain pada 8-9 Januari tahun ini.
"Pada akhirnya, yang bisa kita pegang adalah pernyataan Meditash, presiden lama Federasi Sepak Bola Iran, bahwa keputusan ada di pihak otoritas," kata Auclair.
"Namun kita tidak tahu siapa yang akan memimpin dalam empat bulan mendatang."
Dengan Piala Dunia 2026 tinggal empat bulan lagi, countdown 100 hari akan dimulai pada 3 Maret. Situasi ini membuat dunia sepak bola menunggu keputusan Iran dengan cemas, sementara potensi pergantian tim di turnamen semakin nyata.
Editor: Reynaldi Hermawan