Shin Tae-yong Ogah Latih Negara Lain karena Ada Masalah yang Harus Diselesaikan, Perkara Kompensasi?
SUBANG, iNews.id - Mantan Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong ogah melatih negara lain dalam waktu dekat. Sebab dia mengatakan masih ada masalah yang harus diselesaikan.
PSSI memecat Shin Tae-yong dari kursi pelatih kepala Timnas Indonesia, Senin (6/1/2025). Padahal, juru taktik asal Korea Selatan itu masih terikat kontrak hingga 2027.
Shin Tae-yong mengakui kalau dirinya mendapat banyak tawaran untuk melatih negara lain usai dipecat PSSI. Hanya saja, dia masih memiliki urusan yang belum terselesaikan.
“Tawaran (melatih negara lain) sangat banyak, tetapi ada masalah yang harus diselesaikan,” kata Shin Tae-yong di sela-sela syuting film horor Ghost Succer di Subang, dikutip Minggu (19/1/2025).
Momen Shin Tae-yong Asyik Syuting Film Horor Ditemani Selebgram Cantik
“Jadi ya saya belum ambil dulu dan ingin istirahat dulu saat ini,” ucap pelatih berusia 54 tahun itu.
Pertanyaannya masalah apa yang masih belum terselesaikan?
Dipecat PSSI, Shin Tae-yong Blak-blakan Banyak Tawaran Jadi Pelatih Negara Lain
Media Korea Selatan Chosun mengklaim perkara kompensasi yang belum tuntas membuat Shin Tae-yong belum meninggalkan Indonesia sampai sekarang. Seperti diketahui, STY berhak menerima kompensasi mengingat dipecat sebelum kontraknya selesai.
Komentar Menyentuh Shin Tae-yong saat Syuting Film di Subang usai Dipecat PSSI
"Dari beberapa laporan menyebutkan ada fakta menarik diduga hal ini ada kaitannya dengan uang kompensasi yang wajib dibayarkan PSSI kepada Shin Tae-yong," tulis Chosun.
Memangnya berapa kompensasi yang harus dibayarkan PSSI untuk Shin Tae-yong?
Shin Tae-yong Akui Grogi Syuting Film Sepak Bola Kampung di Subang
Anggota Exco PSSI Arya Sinulingga mengatakan pihaknya harus membayar puluhan miliar sebagai konpensask pemutusan kontrak Shin Tae-yong. PSSI rela merogoh kocek dalam-dalam demi kebaikan Garuda.
"Sebenarnya kalau Pak Erick Thohir (Ketum PSSI) itu berpikir untuk cari aman, mungkin beliau tidak melakukan pergantian pelatih. Misalnya, pelatih lama dipertahankan, gagal lolos Piala Dunia, pastikan yang dimaki-maki orang (publik) adalah pelatih lamanya itu. Ini enggak, Pak Erick ambil risiko itu gitu," ucap Arya.
"Dari sisi finansial, puluhan miliar loh yang harus kami bayar. Artinya itu pun kami tanggung," ujarnya.
Editor: Reynaldi Hermawan