Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bukan Cuma Kampung Atlet! Kontingen Indonesia Siap Tempati Kapal Pesiar di Asian Games 2026
Advertisement . Scroll to see content

Samuel Marbun Bidik Emas Asian Games 2026, Mental Darah Batak Jadi Senjata

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:00:00 WIB
Samuel Marbun Bidik Emas Asian Games 2026, Mental Darah Batak Jadi Senjata
Atlet Wushu, Samuel Marbun. (Foto: iNews/Cikal Bintang)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idSamuel Marbun membidik medali emas nomor sanda kelas 65 kilogram pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan mengandalkan mental “Darah Batak”. Target tersebut menjadi ambisi besar setelah atlet wushu Indonesia itu meraih medali perak pada edisi sebelumnya.

Samuel terus mematangkan persiapan bersama tim pelatih untuk menghadapi persaingan di ajang olahraga terbesar Asia tersebut. Dia optimistis mampu meningkatkan pencapaiannya melalui program latihan maksimal.

Atlet berusia 27 tahun itu menilai mental bertanding menjadi kekuatan utama ketika menghadapi lawan dari berbagai negara. Kepercayaan diri tersebut selalu dia jadikan modal saat masuk ke arena pertandingan.

“Kalau keunggulan sih, aku dari dulu cuman mental aja sih. ‘Darah Batak’ gitulah,” kata Samuel kepada awak media, termasuk iNews Media Group, di GBK Arena, Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).


Kekurangan Lawan Sparring Jadi Kendala

Di balik keyakinannya mengejar emas, Samuel mengungkap kendala dalam pemusatan latihan Timnas Wushu Indonesia. Minimnya lawan sparring dengan kualitas seimbang membuat sejumlah teknik belum dapat dipraktikkan secara maksimal.

Samuel menilai program persiapan akan berjalan lebih efektif jika tim segera diberangkatkan ke China. Para atlet membutuhkan lawan tanding berkualitas untuk menguji teknik yang selama ini diasah dalam latihan.

“Persiapan kita udah memasuki tahap maksimal ya, namun kita di sini kurang teman sparring aja sih sebenarnya. Apa yang kita latih, teknik-teknik yang kita latih itu, kita butuh teman sparring untuk mempraktikkannya. Jadi kita butuh berangkat ke China secepatnya mungkin,” ujar Samuel.

Kebutuhan menjalani latihan di China menjadi penting karena Samuel akan menghadapi persaingan ketat di kelas 65 kilogram. Dia sudah memetakan China, Filipina, dan Vietnam sebagai tiga negara yang wajib diwaspadai pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.


Analisis Lawan demi Ubah Perak Jadi Emas

Tim pelatih terus mengevaluasi teknik Samuel sekaligus menganalisis karakter calon lawannya. Setiap kelebihan dan kekurangan pesaing dipelajari untuk menentukan strategi paling efektif di arena.

“Evaluasi yang pasti kita evaluasi dari teknik ya. Teknik bagaimana kita analisa lawan satu per satu, yang mana saingan kita, yang satu kelas dengan kita. Jadi kita cari kelebihan dan kekurangannya, kita cocokkan dengan diri kita sendiri,” tutur atlet asal Sumatera Utara itu.

Samuel berharap seluruh rangkaian persiapan dapat menghasilkan pencapaian terbaik pada Asian Games Aichi-Nagoya yang berlangsung September hingga Oktober 2026. Dia tidak ingin kembali puas dengan medali perak.

“Ya mudah-mudahanlah kita harus yakin ya, biar warna silver diganti jadi warna emas. Amin,” pungkasnya.

Target emas kini menjadi tujuan utama Samuel. Mental kuat, analisis calon lawan, serta kebutuhan mendapatkan sparring berkualitas akan menentukan peluangnya memperbaiki pencapaian di Asian Games 2026.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut