Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : MU dan Arsenal Berebut Bintang AC Milan Seharga Rp1,59 Triliun
Advertisement . Scroll to see content

Saka Jadi Nomor 10? Kejutan Arteta Bisa Guncang Perburuan Gelar Arsenal

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:41:00 WIB
Saka Jadi Nomor 10? Kejutan Arteta Bisa Guncang Perburuan Gelar Arsenal
Bukayo Saka dicoba sebagai gelandang serang oleh Mikel Arteta, membuka tiga opsi taktik baru Arsenal dalam perburuan gelar Liga Inggris. (Foto: Sky Sports)
Advertisement . Scroll to see content

LONDON, iNews.id - Bukayo Saka mendadak jadi senjata baru Arsenal dalam perburuan gelar Liga Inggris setelah Mikel Arteta melempar kejutan besar dengan menggeser posisinya ke tengah. Langkah ini muncul tak lama setelah bursa transfer ditutup, saat banyak pihak mengira komposisi skuad sudah final.

Eksperimen itu terlihat saat Arsenal membantai Wigan Athletic 4-0 di ajang FA Cup. Saka tak bermain di sayap kanan seperti biasa, melainkan beroperasi sebagai No10.

Perubahan ini terjadi akibat cedera Riccardo Calafiori dalam pemanasan, membuat Myles Lewis-Skelly turun ke bek kiri dan membuka ruang di lini tengah.

Saka langsung masuk susunan starter pada menit akhir dan bahkan memimpin tim dari pusat permainan. Hasilnya impresif. Dia hanya salah satu dari 26 umpan sepanjang 45 menit sebelum ditarik keluar sesuai rencana.

Dalam urusan merebut bola, hanya Christian Norgaard dan William Saliba yang mencatat angka lebih baik darinya.

Arteta memang kerap berbicara soal pentingnya ketidakpastian dalam pemilihan tim. Menggeser pemain terbaiknya ke posisi baru menjadi contoh nyata. Kini manajer lawan dipaksa memikirkan kemungkinan Saka kembali muncul di jantung permainan pada laga-laga krusial.

Arteta Buka Opsi Baru

Arsenal akan menghadapi laga penting melawan Wolverhampton dan berpeluang menjauh dari Manchester City di puncak klasemen. Situasi cedera membuat opsi lini tengah terbatas. Kai Havertz dan Mikel Merino absen, sementara Martin Odegaard diragukan tampil karena masalah lutut. Kondisi ini membuka peluang Saka tetap dimainkan di tengah.

Arteta tidak menutup kemungkinan tersebut. Dia mengatakan, "Saya ingin mencobanya, dan kami mungkin akan menggunakannya di masa depan. Masih ada begitu banyak pertandingan, kompetisi dan skenario berbeda musim ini, dan itu adalah kemungkinan yang kami miliki.”

Secara teknis, Saka dinilai cocok bermain di area sempit. Saat ditempatkan lebih dekat ke gawang, dia lebih sering menerima bola dan memicu kombinasi cepat, termasuk dengan Noni Madueke. Keduanya bekerja sama apik dalam proses gol ketiga ke gawang Wigan. Madueke sendiri sedang tajam dengan tiga gol dalam lima laga terakhir.

Arteta juga menjelaskan alasan tertarik memainkan Saka di tengah. “Itu sedikit lebih sulit bagi lawan untuk terus-menerus mendapatkan referensinya. Dia juga bisa bertukar posisi dengan pemain sayap, dan dia sangat bagus dalam menemukan ruang-ruang itu. Ketika dia berada di sana, dia benar-benar bisa melukai Anda dengan bola.”

Eksperimen bukan hal baru bagi Arteta. Musim lalu, Merino pernah dicoba sebagai penyerang dadakan dan akhirnya tampil di semifinal Liga Champions. Havertz awalnya direkrut untuk lini tengah sebelum bertransformasi sebagai ujung tombak. Declan Rice pun berkembang dari gelandang bertahan menjadi box-to-box. Kini, Saka berpotensi mengikuti jejak evolusi tersebut.

Tiga Opsi Formasi Arsenal dengan Saka di Tengah

Arteta memiliki tiga pendekatan utama jika mempertahankan Saka sebagai gelandang serang. Pertama, menjadikannya No10 tunggal di depan duet Declan Rice dan Martin Zubimendi. Skema ini memberi kebebasan besar bagi Saka untuk menyerang dengan perlindungan dua gelandang yang solid.

Kedua, memainkan dia sebagai No8 kanan. Posisi ini familiar karena sejak awal karier dia menguasai half-space kanan. Peran tersebut memungkinkan Madueke tetap di sayap, menjaga koneksi yang sudah terbangun. Di depan, Gabriel Jesus bisa bergerak fleksibel, turun ke tengah atau melebar untuk menciptakan ruang.

Ketiga, opsi lebih agresif dengan menempatkan Saka sebagai No8 kiri. Dalam skema ini, Eberechi Eze dapat naik mendukung serangan sementara Rice berdiri sebagai No6 tunggal. Pendekatan ini membuat Arsenal tampil lebih ofensif dengan ancaman dari berbagai sisi lapangan.

Belum tentu Saka akan rutin bermain di tengah saat seluruh pemain kembali bugar. Namun, Arteta sudah menanam keraguan di benak lawan. Dalam perebutan gelar yang ketat, satu kejutan taktik bisa menjadi pembeda. Saka kini bukan sekadar andalan di sayap, tetapi potensi motor baru di pusat permainan Arsenal.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut