Sahabat di Arsenal, Rival di Piala Dunia! Duel Rice vs Odegaard Bisa Ubah Nasib Dua Negara
MIAMI, iNews.id – Piala Dunia 2026 mempertemukan dua gelandang Arsenal, Declan Rice dan Martin Odegaard, dalam duel panas Inggris vs Norwegia pada babak perempat final di Miami Stadium, Minggu (11/7/2026) pukul 04.00 WIB. Keduanya yang selama ini menjadi rekan satu tim di London Utara kini harus saling menjatuhkan demi membawa negaranya melangkah lebih jauh.
Rice dan Odegaard datang ke Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri tinggi setelah membawa Arsenal meraih gelar Liga Inggris musim 2025-2026. The Gunners akhirnya kembali menjadi juara Inggris setelah penantian panjang selama 22 tahun.
Tidak hanya memenangkan Premier League, Arsenal juga hampir meraih trofi Liga Champions. Namun, langkah mereka terhenti di final setelah kalah melalui drama adu penalti dari Paris Saint-Germain.
Kini, kedua pemain berusia 27 tahun itu memiliki target lebih besar. Mereka ingin mengukir sejarah bersama negara masing-masing, meski harus berhadapan sebagai lawan di pertandingan perempat final Piala Dunia 2026.
Odegaard menjadi sosok penting dalam perjalanan Norwegia menuju delapan besar. Sebagai kapten tim, gelandang kreatif tersebut menjadi pengatur permainan utama dengan kemampuan membaca pertandingan dan variasi umpan yang sangat baik.
Kapten Norwegia itu sudah mencatat tiga assist sepanjang Piala Dunia 2026. Jumlah tersebut hanya kalah dari Michael Olise, Brahim Diaz, dan Bruno Guimaraes.
Selain kemampuan teknis, Odegaard juga menunjukkan kerja keras luar biasa. Dia menjadi pemain Norwegia dengan jumlah sprint terbanyak, yakni 229 kali, serta menempuh jarak 47.542 meter sepanjang turnamen.
Peran Odegaard tidak hanya terlihat dalam permainan. Dia juga menjadi pemimpin yang membangun mental tim Norwegia hingga mampu mencatat pencapaian terbaik sepanjang sejarah mereka di Piala Dunia.
Odegaard bahkan menjadi sosok yang memimpin tradisi "Viking Row" setelah kemenangan Norwegia. Namun, setelah Erling Haaland mencetak dua gol saat mengalahkan Brasil di babak 16 besar, Odegaard memberikan kesempatan memimpin perayaan tersebut kepada sang striker sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya.
Di sisi lain, Declan Rice akan menjadi pemain yang bertugas menghentikan kreativitas Odegaard. Gelandang Inggris itu tampil sebagai salah satu pemain terbaik skuad asuhan Thomas Tuchel sepanjang Piala Dunia 2026.
Rice dikenal memiliki kemampuan bertahan, energi besar, serta kecerdasan dalam membaca permainan. Perannya di lini tengah memberikan ruang bagi Jude Bellingham dan Harry Kane untuk lebih bebas menyerang.
Distribusi bola Rice juga menjadi salah satu kekuatannya. Dia berhasil menemukan rekan setimnya dengan akurasi umpan mencapai 91 persen dari total 171 operan di Piala Dunia 2026.
Kemampuan Rice dalam situasi bola mati juga menjadi ancaman. Dia berperan penting dalam gol Harry Kane melalui sepak pojok saat Inggris menang 4-2 atas Kroasia.
Sebelumnya, kualitas bola mati Rice juga membantu Arsenal mencetak rekor 19 gol dari sepak pojok sepanjang musim 2025/2026.
Meski akan menjadi lawan, Rice tetap memiliki rasa hormat tinggi terhadap Odegaard. Saat masih bersama Arsenal, dia pernah memuji karakter sang kapten.
"Dia adalah salah satu pemain terbaik yang pernah saya lihat dalam menjalani hidupnya di luar lapangan. Dia mendapat rasa hormat penuh dari ruang ganti Arsenal, cara dia memimpin, cara dia mendorong tim, dan cara dia berbicara. Dia luar biasa bagi kami, dan saya tidak ingin kapten lain selain dia," ujar Rice, dikutip dari FIFA.com.
Odegaard juga memberikan pujian kepada Rice menjelang duel tersebut.
"Dia adalah seseorang yang selalu memberikan segalanya untuk tim. Dia selalu berjuang untuk setiap bola, membawa energinya ke lapangan, dan mendorong tim maju. Dia bisa bertahan, menyerang, kuat secara fisik, dan bagus dengan bola. Dia pemain yang sangat lengkap, jadi ini akan menjadi ujian bagus bagi kami semua," kata Odegaard.
Pelatih Inggris Thomas Tuchel bahkan menyebut Rice sebagai salah satu gelandang terbaik dunia.
"Dia juga sangat rendah hati, mencintai sepak bola. Dia adalah pemain tim dan setiap hari siap memberikan energi serta kualitas kepada grup. Saya bangga menjadi pelatihnya," ujar Tuchel.
Bagi Inggris, kemenangan atas Norwegia akan semakin mendekatkan mereka dengan mimpi mengakhiri penantian 60 tahun sejak terakhir kali menjadi juara dunia pada 1966. Sementara itu, Norwegia sedang menikmati perjalanan bersejarah setelah terakhir kali tampil di Piala Dunia pada 1998.
Duel Rice melawan Odegaard pun menjadi salah satu cerita terbesar di perempat final Piala Dunia 2026. Dua pemain yang biasanya berjuang bersama untuk Arsenal kini harus menentukan siapa yang berhak melangkah lebih dekat menuju kejayaan dunia.
Editor: Abdul Haris