Ronald Koeman Marah Besar ke Presiden Barcelona, Bawa-bawa Kebijakan Transfer Xavi
BARCELONA, iNews.id- Ronald Koemann marah besar ke Presiden Barcelona Joan Laporta. Nama pelatih Barcelona Xavi Hernandez pun terseret.
Koemann harus didepak dari Camp Nou pada Oktober 2021 karena gagal memenuhi ekspektasi klub. Xavi pun masuk sebagai suksesornya tak lama dari pelatih asal Belanda itu dipecat.
Namun era kepelatihan Xavi menuai tanda tanya besar bagi mantan pelatih Everton itu. Dia menyinggung soal transfer yang dilakukan Xavi.
Salah satunya soal Ferran Torres. Torres didatangkan dengan harga 55 juta euro (Rp874 miliar) di tengah finansial yang tak stabil. Saat itu, Barcelona kehilangan Lionel Messi yang pindah ke PSG karena slot gaji di Barcelona tak mencukupi.
Lihat Pedri Tampil Kreatif saat Barcelona Bantai Bilbao, Xavi Teringat Sosok El Cerebro
"Ini masih menyakitkan bagi saya. Saya bekerja dengan banyak pemain yang cedera," kata Koemann dikutip dari Marca, Kamis (3/3/2022).
"Tetapi kemudian anda mereka mendatangkan pemain seharga 55 juta euro (Ferran Torres) tak lama setelah melepaskan Lionel Messi," katanya dengan sesal.
Hasil Barcelona Vs Athletic Bilbao: Aubameyang Tajam, Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Alasan itulah yang membuatnya murka terhadap Presiden Barcelona, Joan Laporta. Menurutnya, Laporta telah menjilat ludah sendiri karena mendatangkan Xavi sebagai pelatih.
Barcelona Vs Athletic Bilbao: Blaugrana Dapat Suntikan Baru di Lini Serang
Padahal, Laporta telah mengatakan kepada Koemann bahwa Barcelona tak akan menjadikan pemain legendarisnya itu sebagai pelatih dalam waktu dekat ini. Kurangnya pengalaman menjadi sebab.
"Laporta mengatakan kepada saya ribuan kali bahwa Xavi tidak akan menjadi pelatihnya, karena dia kurang pengalaman" ujar Koemann.
Barcelona Jumpa Athletic Bilbao, Xavi Hernandez Usung Misi Balas Dendam
"Saya menyadari bahwa Laporta ingin menyingkirkan saya karena saya tidak ditunjuk olehnya," tuturnya.
Hingga saat ini, Koemann terpantau belum mengambil peran sejak meninggalkan Barcelona. Namun ia mengatakan bahwa akan kembali melatih saat musim 2021-2022 telah berakhir jika ada tawaran yang menarik.
Editor: Ibnu Hariyanto