Rizky Ridho Kritik Kualitas Rumput JIS usai Persija Ditahan Bali United
JAKARTA, iNews.id – Kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, melontarkan kritik tajam terhadap kondisi rumput Jakarta International Stadium (JIS) setelah timnya ditahan imbang Bali United pada pekan kelima Super League 2025-2026, Minggu (14/9/2025) malam. Bek berusia 23 tahun itu kecewa karena stadion megah kebanggaan Ibu Kota tidak memiliki kualitas lapangan yang layak untuk menunjang permainan.
Dalam pertandingan yang berakhir 1-1, Persija gagal memanfaatkan dukungan suporter di kandang. Alih-alih menyoroti performa tim, Rizky justru menekankan betapa pentingnya pembenahan rumput JIS, terutama setelah stadion itu dipakai untuk menggelar konser berskala besar.
“Saya sangat senang dan happy bisa bermain di stadion yang sangat-sangat bagus. Tapi mungkin saya sebagai perwakilan teman-teman, ingin memberikan masukan, kalau bisa setelah konser rumputnya diperbaiki,” kata Rizky Ridho usai laga, Senin (15/9/2025).
Komentar itu muncul jelang konser boyband asal Korea, NCT Dream, yang dijadwalkan berlangsung pada 27-28 September 2025. Rizky mendesak pihak pengelola stadion untuk benar-benar memastikan kualitas lapangan tetap terjaga setelah event non-olahraga digelar.
Persija Tertinggal dari Bali United di Babak Pertama
Menurutnya, kualitas rumput JIS saat ini membuat Persija tidak bisa tampil lepas.
“Karena ketika kita main away, di lapangan lain kita bisa bermain satu dua sentuhan. Tapi saat main di kandang dengan dukungan suporter yang luar biasa, kadang kita kurang berani untuk melakukan itu karena bisa dilihat sendiri, kadang lapangan naik-naik,” ujarnya.
Link Live Streaming Persija Vs Bali United di Super League Malam Ini
Bahkan, Ridho sampai melontarkan komentar bernada sarkas. “Kita harus mungkin harus belajar kontrol di betis. Jadi mungkin harus diperbaiki nanti dan saya sangat senang bisa bertanding di JIS. Terima kasih dan kami akan fokus ke pertandingan berikutnya,” tambahnya.
Persija Jakarta vs Bali United: Jogo Bonito Brasil Lawan Total Football Belanda!
Masalah rumput JIS ini memang kerap jadi sorotan, apalagi stadion tersebut berstatus salah satu venue paling modern di Asia Tenggara. Dengan arsitektur megah dan fasilitas berkelas dunia, kualitas lapangan yang tidak maksimal membuat pengalaman pemain terasa kurang ideal.
Kritik Ridho juga menyoroti perbedaan signifikan antara performa Persija di kandang dan tandang. Saat bermain di luar JIS, Macan Kemayoran lebih berani mengandalkan permainan cepat dan kombinasi umpan satu-dua. Namun di JIS, mereka harus lebih hati-hati demi mengantisipasi kondisi rumput yang bergelombang.
Persija Susah Payah Dapatkan Jordi Amat, Kini Jadi Benteng Tangguh Macan Kemayoran
Sekadar catatan, laga melawan Bali United menjadi pertandingan kandang terakhir Persija di JIS sebelum konser NCT Dream berlangsung. Selama Oktober, Macan Kemayoran dipastikan tidak bisa menggunakan JIS dan harus menjamu Bhayangkara FC (4/10) serta PSBS Biak (31/10) di stadion alternatif.
Bagi Persija, masalah ini jelas bukan hanya soal teknis pertandingan, tetapi juga tentang identitas klub yang bermain di kandang sendiri. Pihak pengelola stadion kini berada di bawah tekanan untuk memastikan rumput JIS siap kembali dipakai setelah agenda hiburan usai, agar Macan Kemayoran bisa tampil maksimal di sisa musim.
Editor: Abdul Haris