Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Erick Thohir Buka Suara soal Ricuh Persib vs Ratchaburi, Tunggu Vonis AFC
Advertisement . Scroll to see content

Respons Berkelas Erick Thohir usai Namanya Diseret dalam Skandal Naturalisasi Malaysia ke FIFA

Jumat, 20 Februari 2026 - 19:45:00 WIB
Respons Berkelas Erick Thohir usai Namanya Diseret dalam Skandal Naturalisasi Malaysia ke FIFA
Ketua umum PSSI, Erick Thohir. (Foto: iNews/Andika Rachmansyah)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Erick Thohir memberi respons berkelas usai dituding menjadi pihak yang melaporkan skandal naturalisasi pemain Malaysia ke FIFA. Dia membantah keras tudingan tersebut dan menegaskan Indonesia tidak ikut campur urusan federasi negara lain.

Tudingan itu mencuat setelah media Malaysia, MYNewsHub, memuat artikel berjudul “Erick Thohir Dalang Utama Yang Membuat Aduan kepada FIFA”. 

Artikel tersebut mengaitkan Erick dengan sanksi FIFA terhadap Asosiasi Sepak Bola Malaysia atau FAM.

Erick langsung meluruskan isu tersebut saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jumat (20/2/2026). Dia menegaskan tuduhan itu tidak benar.

Dia menyampaikan Indonesia tidak memiliki kepentingan untuk mengintervensi proses naturalisasi pemain Malaysia. Fokusnya saat ini tertuju pada peningkatan kualitas olahraga nasional, bukan pada urusan federasi negara lain.

Laporan Berasal dari Vietnam

Fakta yang beredar menunjukkan laporan dugaan pelanggaran naturalisasi pemain Malaysia berasal dari federasi sepak bola Vietnam. Namun narasi yang berkembang justru menyeret nama Erick.

Dia menilai polemik semacam ini tidak perlu diperbesar. Erick menegaskan mengurusi aduan terhadap federasi negara lain bukan level tanggung jawabnya.

Menurut dia, persaingan olahraga di Asia Tenggara harus dibangun secara sehat. Setiap negara perlu fokus meningkatkan kualitas masing-masing agar mampu bersaing di level Asia bahkan global.

Erick juga menekankan peningkatan kualitas sepak bola nasional menjadi prioritas. Tanpa pembenahan dan penguatan sistem, negara Asia akan terus tertinggal dari Eropa maupun Afrika.

Dia berharap komunikasi dan kompetisi di kawasan tetap berjalan positif. Indonesia memilih memperkuat fondasi olahraga sendiri dibanding terlibat dalam polemik lintas negara.

Respons tegas namun tenang yang dia sampaikan memperjelas posisi Indonesia. Erick memastikan komitmennya menjaga sportivitas dan mendorong kemajuan olahraga Asia Tenggara tanpa intervensi terhadap federasi lain.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut