Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Fans Indonesia Mau Nonton Final Liga Champions di Budapest Gratis? Yuk Simak Caranya!
Advertisement . Scroll to see content

Rekor Buruk! Chelsea Catat Kerugian Terbesar dalam Sejarah Premier League

Kamis, 02 April 2026 - 13:00:00 WIB
Rekor Buruk! Chelsea Catat Kerugian Terbesar dalam Sejarah Premier League
Chelsea mencatat kerugian terbesar dalam sejarah Premier League mencapai Rp5,96 triliun meski meraih kesuksesan di lapangan. (Foto: Talk Chelsea)
Advertisement . Scroll to see content

LONDON, iNews.id – Chelsea mencatat kerugian terbesar dalam sejarah Premier League meski meraih kesuksesan di lapangan. Klub asal London itu mengalami defisit lebih dari 300 juta euro atau sekitar Rp5,96 triliun.

Dilansir dari AS, angka tersebut melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Manchester City. Klub tersebut sempat mencatat kerugian sekitar 205 juta euro atau setara Rp4,07 triliun pada 2011.

Situasi ini terjadi setelah Chelsea menjalani musim yang sebenarnya cukup sukses. Mereka berhasil menjuarai UEFA Europa Conference League 2024-2025 dan finis di posisi keempat Premier League.

Hasil tersebut membuat Chelsea lolos ke Liga Champions musim berikutnya. Selain itu, klub juga mencatat pendapatan lebih dari 560 juta euro atau sekitar Rp11,12 triliun.

Namun, tingginya pemasukan tidak mampu menutup beban pengeluaran. Akibatnya, laporan keuangan tetap menunjukkan kerugian besar.


Denda dan Beban Finansial Jadi Penyebab

Chelsea sebelumnya juga mendapat denda sebesar 31 juta euro atau sekitar Rp616 miliar dari UEFA. Sanksi itu diberikan karena pelanggaran regulasi keuangan dalam aktivitas transfer.

Selama tiga tahun terakhir, kondisi keuangan klub terus menjadi perhatian. UEFA masih memantau perkembangan tersebut secara ketat.

Dilansir dari BBC, kerugian juga dipicu oleh berbagai biaya tambahan. Salah satunya denda dari Premier League terkait pembayaran kepada agen pemain pada era kepemilikan Roman Abramovich.

Selain itu, Chelsea juga menanggung biaya penyelesaian kontrak pemain. Termasuk dengan Raheem Sterling yang telah dilepas serta Mykhailo Mudryk yang sedang menjalani sanksi doping.

Pihak klub menegaskan komitmen untuk mematuhi aturan keuangan Premier League. Regulasi tersebut memperbolehkan kerugian hingga 120 juta euro atau sekitar Rp2,38 triliun dalam periode tiga tahun.

Chelsea optimistis kondisi keuangan akan membaik. Mereka menargetkan pendapatan rekor pada tahun finansial berikutnya.

Pendapatan tambahan diperkirakan berasal dari berbagai sumber. Termasuk sekitar 100 juta euro atau Rp1,98 triliun dari kemenangan Piala Dunia Antarklub serta lebih dari 90 juta euro atau Rp1,78 triliun dari hak siar Liga Champions musim ini.

Dengan kondisi tersebut, Chelsea berharap bisa kembali mencapai keseimbangan finansial dalam waktu dekat.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut