Real Madrid Kepincut Enzo Fernandez, tapi Bernardo Silva Bikin Rencana Transfer Makin Rumit
Masalah utama ada pada karakter permainan kedua pemain. Enzo dan Bernardo sama-sama lebih sering beroperasi di area gelandang serang.
Jika Madrid serius mengejar Enzo, keputusan untuk ikut memburu Bernardo terasa kurang sederhana. Kedatangan keduanya berpotensi membuat profil pemain di lini tengah menjadi tumpang tindih.
Secara teori, Enzo dan Bernardo masih bisa bermain bersama. Namun, Madrid perlu skema yang sangat jelas agar keduanya tidak saling mengurangi peran di lapangan.
Enzo dinilai lebih ideal dimainkan dekat kotak penalti. Dia bisa memberi dampak besar melalui umpan, pergerakan, dan kontribusi di area sepertiga akhir.
Karena itu, investasi sebesar Rp2,92 triliun untuk Enzo bisa terasa antiklimaks jika Madrid justru memainkannya di luar posisi terbaik. Transfer mahal seperti itu seharusnya memberi ruang bagi sang pemain untuk tampil pada peran paling natural.