Rahasia Kebugaran Luka Modric di Usia 40 Tahun, Tetap Jadi Andalan Kroasia di Piala Dunia 2026
TORONTO, iNews.id – Rahasia kebugaran Luka Modric di usia 40 tahun menjadi sorotan dunia setelah dia tetap menjadi andalan utama Kroasia di Piala Dunia 2026 dan tampil konsisten di level tertinggi sepak bola internasional.
Meski sudah menginjak usia 40 tahun, Luka Modric tetap dipercaya mengisi lini tengah Kroasia dalam laga besar seperti Piala Dunia 2026. Dia bahkan masih mampu mengatur ritme permainan dan memberikan kontribusi penting di pertandingan krusial.
Terbaru, dia mencatat sejarah sebagai pemain tertua yang mampu memberikan assist di ajang Piala Dunia, saat membantu gol Nikola Vlasic dalam laga fase grup melawan Ghana yang berakhir imbang 1-1.
Pada laga tersebut, Kroasia sempat berada dalam tekanan, namun Modric tetap menjadi pengatur tempo permainan hingga akhirnya memberikan assist melalui situasi bola mati di menit akhir.
Rahasia utama kebugaran Modric bukan hanya bakat, tetapi juga disiplin latihan yang sangat ketat dan konsisten hampir setiap hari sepanjang tahun.
Dia diketahui menjalani sesi latihan khusus sekitar 45 menit sebelum latihan tim, dan rutinitas itu dilakukan hampir 350 hari dalam satu tahun.
Program tersebut mencakup latihan resistensi, penguatan otot lengan dan bahu, serta latihan inti tubuh dan kaki untuk menjaga stabilitas fisik.
Pelatih kebugarannya, Vlatko Vucetic, menjelaskan program itu dirancang untuk tiga tujuan utama: menjaga kebugaran, mencegah cedera, dan memperpanjang karier.
Menurut dia, Modric memiliki komitmen luar biasa terhadap disiplin latihan, termasuk pemulihan tubuh, pengaturan beban latihan, dan manajemen kebugaran harian.
Latihan intens tersebut menjadi penting karena di atas usia 30 tahun, tubuh mulai mengalami penurunan massa otot sehingga membutuhkan perawatan fisik lebih serius.
Selain faktor fisik, Modric tetap bertahan di level elite karena kecerdasan membaca permainan yang sangat tinggi.
Dia dikenal mampu mengambil keputusan dalam waktu sangat cepat, sehingga jarang terlambat dalam membaca arah serangan lawan.
Sebelum menerima bola, dia sudah lebih dulu melakukan scanning posisi lawan dan rekan setim, lalu menentukan tindakan yang paling efisien.
Hal itu membuatnya jarang melakukan pergerakan sia-sia dan lebih fokus menjaga efektivitas permainan di lini tengah.
Seiring bertambahnya usia, kemampuan lari jarak jauh mungkin menurun, tetapi pengaruh Modric di lapangan tetap kuat karena kontrol tempo dan distribusi bola yang presisi.
Sepanjang kariernya, Modric telah mencatat lebih dari 1.150 pertandingan di level klub dan tim nasional, mulai dari Dinamo Zagreb, Tottenham Hotspur, Real Madrid, hingga AC Milan.
Di Real Madrid, dia mencatat 597 pertandingan dan meraih 28 trofi, termasuk enam gelar Liga Champions yang memperkuat statusnya sebagai gelandang kelas dunia.
Di level internasional, dia sudah lebih dari 200 kali membela Kroasia sejak debut pada 2006 dan tetap menjadi kapten di Piala Dunia 2026.
Catatan kebugarannya juga luar biasa, dengan total hanya sekitar 250 hari absen akibat cedera sepanjang karier profesionalnya.
Kini, di usia 40 tahun, Modric tetap menjadi tumpuan Kroasia saat menghadapi tantangan besar di Piala Dunia 2026, membuktikan usia bukan penghalang untuk tetap bersaing di level tertinggi.
Editor: Abdul Haris