Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Alwi Farhan Akui Antiklimaks di Final Swiss Open 2026 usai Kalah dari Yushi Tanaka
Advertisement . Scroll to see content

Putri KW Curhat usai Gagal Juara Swiss Open 2026: Saya Tertekan di Lapangan!

Senin, 16 Maret 2026 - 08:46:00 WIB
Putri KW Curhat usai Gagal Juara Swiss Open 2026: Saya Tertekan di Lapangan!
Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani. (Foto: PBSI)
Advertisement . Scroll to see content

BASEL, iNews.id – Putri Kusuma Wardani mencurahkan isi hatinya usai gagal juara Swiss Open 2026. Dia mengakui berada di bawah tekanan saat tampil pada final turnamen BWF Super 300 itu, sehingga tidak mampu mengeluarkan permainan terbaiknya.

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia itu menjadikan hasil di Basel sebagai bahan evaluasi penting untuk turnamen berikutnya. Dia menilai masih banyak aspek yang perlu diperbaiki agar bisa tampil lebih stabil di level internasional.

Putri KW mengungkapkan sejak awal memiliki tekad menampilkan performa terbaik. Dia ingin membalas kekalahan dari Supanida Katethong pada pertemuan sebelumnya di SEA Games.

Namun saat pertandingan berlangsung, dia merasakan tekanan yang cukup besar. Kondisi tersebut membuat permainannya tidak berkembang sesuai rencana.

“Pertemuan terakhir di SEA Games saya kalah. Di sini sejak awal saya ingin bermain terbaik dan mengeluarkan semuanya, tetapi di lapangan saya merasa tertekan. Supanida menggunakan strategi yang tepat dengan terus membatasi bola atas dan mempercepat tempo,” ucapnya.

Meski demikian, Putri tetap mensyukuri pencapaian di turnamen tersebut. Dia mengakui hasil itu belum memuaskan karena merasa performanya tidak keluar sepenuhnya.

“Saya tetap bersyukur bisa naik ke podium runner-up, tetapi yang disayangkan permainan saya tidak keluar dan saya kurang puas dengan permainan hari ini,” ucap dia.

Putri juga menilai rangkaian turnamen yang dijalani dalam beberapa pekan terakhir memberi pengalaman berharga. Dia mendapat kesempatan menghadapi pemain papan atas dengan karakter permainan berbeda.

Menurut dia, pengalaman tersebut memberi pelajaran penting untuk menghadapi berbagai gaya permainan. Hal itu termasuk pemain dengan pertahanan kuat maupun yang memiliki pola serangan cepat.

“Dua minggu ini saya mendapat pengalaman dari semua pemain. Supanida sempat berada di peringkat 10 besar, jadi cara bermain mereka berbeda. Saya bisa belajar menghadapi permainan seperti An Se Young yang sangat kuat atau Supanida yang memiliki serangan bagus,” katanya.

Evaluasi untuk Turnamen Berikutnya

Putri menilai masih perlu meningkatkan banyak aspek agar bisa bersaing lebih konsisten di level elite. Evaluasi tidak hanya menyangkut teknik permainan, tetapi juga kesiapan fisik dan mental saat menghadapi tekanan pertandingan.

Menurut dia, fokus dan kemampuan mengendalikan tekanan menjadi hal penting dalam setiap pertandingan besar. Faktor tersebut berpengaruh langsung pada kualitas permainan di lapangan.

Dia menegaskan evaluasi akan menjadi bekal untuk menghadapi turnamen berikutnya. “Secara keseluruhan saya harus lebih kuat lagi. Dari fisik, teknik, juga nonteknis, terutama fokus dan kemampuan keluar dari tekanan saat bermain,” ujar dia.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut