Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Malut United Menggila! Menang 5-2 atas Persis Meski Main 10 Orang
Advertisement . Scroll to see content

PSBS Biak Turun Kasta! Krisis Gaji hingga Rentetan Kekalahan Berujung Petaka

Minggu, 03 Mei 2026 - 05:00:00 WIB
PSBS Biak Turun Kasta! Krisis Gaji hingga Rentetan Kekalahan Berujung Petaka
PSBS Biak resmi terdegradasi ke Championship 2026 usai kalah 0-4 dari Persebaya dan mencatat 14 laga tanpa kemenangan. (Foto: Persebaya)
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.id - PSBS Biak resmi terdegradasi dari Super League 2025/2026 usai dihajar Persebaya Surabaya dengan skor telak 0-4 pada pekan ke-31, Sabtu (2/5/2026).

Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, tim berjuluk Badai Pasifik itu tampil tanpa daya menghadapi tekanan tuan rumah. Kekalahan telak ini menjadi pukulan akhir yang memastikan mereka turun kasta ke Championship musim depan.

Hasil tersebut memperpanjang catatan buruk PSBS Biak yang tak pernah menang dalam 14 pertandingan terakhir. Rentetan hasil negatif ini membuat posisi mereka tak lagi bisa diselamatkan di sisa kompetisi.

Kekalahan dari Persebaya juga menjadi yang kesembilan secara beruntun sejak akhir Februari. Sebelumnya, PSBS takluk dari PSIM Yogyakarta, Persik Kediri, Semen Padang, Bali United, Borneo FC, Persija Jakarta, Persijap Jepara, hingga Malut United.

Situasi semakin sulit lantaran secara matematis mereka tak mungkin mengejar ketertinggalan poin. Dengan tiga laga tersisa melawan Dewa United, Arema FC, dan Bhayangkara FC, poin maksimal yang bisa diraih hanya 27.

Jumlah tersebut tetap tak cukup untuk keluar dari zona merah. Tim di atas batas aman, Madura United, sudah mengoleksi 29 poin hingga pekan ke-30, sehingga jarak tak mungkin lagi terkejar.

Perjalanan PSBS Biak sepanjang musim memang penuh tekanan. Selain performa di lapangan yang merosot, klub asal Biak Numfor juga dihantam persoalan internal yang serius.

Pada April 2026, mencuat kasus tunggakan gaji pemain yang menjadi sorotan publik. Sejumlah pemain seperti Kadu, Ruyery Blanco, dan Mohcine Nader mengunggah surat pernyataan di media sosial.

Dalam pernyataan tersebut, mereka mendesak keseriusan klub, federasi, dan operator liga untuk menyelesaikan masalah krusial terkait hak finansial yang belum dibayarkan.

Dampak dari polemik itu terlihat jelas di performa tim yang terus merosot. Puncaknya terjadi saat kekalahan dari Persebaya, yang sekaligus mengunci nasib PSBS Biak terdegradasi ke kasta kedua Liga Indonesia musim depan.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut