Profil Federico Chiesa: Anak Ajaib Pengganti Gabriel Batistuta
FLORENCE, iNews.id - Profil Federico Chiesa menarik untuk diulas lantaran sang pemain kini tengah mendapat banyak sorotan. Dia adalah pesepak bola berbakat negeri Pizza.
Pemain Juventus itu punya bakat sepak bola yang turun dari ayahnya Enrico Chiesa. Ada cerita menarik ketika Federico masih bocah.
Momen tersebut terjadi ketika Enrico baru saja menandatangani kontrak bersama Fiorentina sembari menggendong Federico.
Enrico ditanya salah seorang reporter mengenai siapa yang akan menggantikan sosok Gabriel Batitstuta di AS Roma. Federcio dengan lantang menjawab, “Saya!,”.
Hasil Liga 2: Dihajar PSIM, PSG Pati Perpanjang Puasa Kemenangan

Sejak usia dini Chiesa sudah memiliki mimpi besar. Di usia dua tahun, anak ajaib tersebut ingin menjadi orang yang besar, seperti ayahnya.
Anders Antonsen Geregetan dan Ajak Jojo Duel Ulang: Dia Bikin Jari Saya Kram
“Don’t let your dreams, be dreams,” begitulah kalimat motivasi yang pernah diucapkan musisi kenamaan, Jack Johnson. 21 tahun berlalu, Chiesa tumbuh menjadi monster di sisi kanan lini serang Tim Nasional Italia. Seorang remaja yang mulanya bermain bola di dalam ruang tamu rumahnya menjelma menjadi mimpi buruk Austria di babak 16 besar Euro 2020.
Berawal dari kontrol bola memanjakan mata, Chiesa membobol gawang Daniel Bachmann. Wembley Stadium bergejolak, kancah sepak bola Eropa menemukan sosok bintang baru. Chiesa pulalah yang mengawali mimpi buruk Spanyol di babak semifinal. Tendangan kerasnya mendarat di gawang Unai Simon dengan mulus.
Ronaldinho Sebut Satu Pemain Paling Elegan di Muka Bumi: Dia Bikin Semua Jadi Mudah
Pepo -panggilan masa kecilnya- lahir pada 25 Oktober 1997, buah hubungan Enrico dengan Francesca Lombardi. Chiesa adalah anak sulung dari tiga bersaudara. Dia memiliki adik perempuan bernama Adriana dan yang bungsu bernama Lorenzo. Di sebuah kota pelabuhan bernama Genoa, orangtuanya menyambut anak pertamanya itu dengan sukacita.
Anthony Ginting Sebut Satu Pebulutangkis yang Pukulannya Sulit Ditebak, Bukan Momota
Pada umur balita, sang ayah membawa Chiesa kecil ke Florence. Di Florence, Chiesa menimba ilmu di klub lokal, U.S Settignanese, sebelum akhirnya bergabung bersama akademi Fiorentina. Bersama kedua saudara kandungnya, Chiesa tumbuh besar di Florence.

Pepatah pernah mengatakan bahwa segala sesuatu akan berjalan baik jika diserahkan kepada ahlinya. Dan benar saja, di akademi Fiorentina, dia dibimbing langsung oleh pencetak gol terbanyak kedelapan Serie A sepanjang masa, Kurt Hamrin.
Sebagai informasi, Hamrin adalah legenda AC Milan dan Juventus yang dijuluki Ucellino atau Burung Kecil karena gerakannya yang cepat dan lincah. Total dia mencetak 190 gol sepanjang kariernya di Italia.
Berkat kerja kerasnya selama berlaga di Primavera, dirinya dipromosikan ke tim U-19 Fiorentina, sebelum akhirnya dipromosikan ke tim senior Fiorentina. Di tim senior, Chiesa mencetak 34 gol dan 25 assist dari 153 laga, menjadikannya sebagai komoditi panas di bursa transfer.
Chiesa menjadi rebutan banyak klub raksasa, terutama klub Inggris. Manchester United, Chelsea, Arsenal dan Tottenham Hotspur dikabarkan berebut tanda tangannya. Hal tersebut bukan rumor belaka sebab disampaikan langsung oleh CEO Fiorentina, Joe Barone.
“Chiesa saat ini masih menjadi pemain Fiorentina. Banyak klub mengincarnya, beberapa dari mereka berbicara bahasa Inggris. Ya, lihat saja nanti,” ujar Barone 2020 silam kepada Football Italia.

Akan tetapi, klub-klub elite Inggris tersebut harus gigit jari. Pasalnya, Chiesa memilih Juventus sebagai pelabuhan berikutnya. Saat ini di Turin, Chiesa diharapkan bisa membawa pulang gelar scudetto yang lepas dari genggaman Si Nyonya Tua.
Di Turin, cerita yang berkisah tentang si anak ajaib berlanjut ke episode berikutnya.
Editor: Reynaldi Hermawan