Presiden FIFA Gianni Infantino Ingin Sanksi Rusia Dicabut, Ukraina Langsung Protes
ZURICH, iNews.id – Presiden FIFA Gianni Infantino ingin sanksi Rusia dicabut dari sepak bola internasional. Dia menilai larangan tersebut tidak menghasilkan dampak apa pun. Pernyataan itu langsung memicu kontroversi di tengah konflik Rusia dan Ukraina yang belum berakhir.
Rusia dilarang tampil di seluruh kompetisi FIFA dan UEFA sejak Februari 2022. Sanksi tersebut diberlakukan setelah Rusia menginvasi Ukraina, sehingga klub-klub Rusia dan tim nasionalnya tidak bisa berpartisipasi di turnamen internasional.
Infantino menilai kebijakan tersebut gagal mencapai tujuan. Dia menilai sepak bola seharusnya tidak menjadi alat hukuman politik.
“Larangan ini tidak mencapai apa pun; justru hanya menciptakan lebih banyak frustrasi dan kebencian,” ujar Infantino kepada Sky Sports.
Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter Dukung Boikot Piala Dunia 2026 di AS, Sikap Donald Trump Jadi Sorotan
Menurut Infantino, dampak sanksi justru dirasakan oleh generasi muda. Dia juga menilai sepak bola bisa menjadi sarana menjaga hubungan antarnegara. “Membiarkan anak perempuan dan laki-laki dari Rusia bisa bermain sepak bola di bagian lain Eropa akan membantu,” kata dia.
CAS Tangguhkan Sanksi FIFA, 7 Pemain Naturalisasi Malaysia Bisa Main Lagi
Infantino menegaskan FIFA tidak seharusnya melarang negara bermain sepak bola akibat tindakan pemimpin politik. “FIFA tidak seharusnya melarang negara mana pun bermain sepak bola karena tindakan para pemimpin politik mereka,” ujar dia.
Dia juga menekankan pentingnya komunikasi. “Seseorang harus menjaga hubungan tetap terbuka,” ucap Infantino. Pernyataan tersebut langsung menuai kritik keras dari Ukraina.
Persib Bandung Mendunia usai FIFA Unggah Transfer Eks Bek PSG Layvin Kurzawa
Menteri Olahraga Ukraina Matvii Bidnyi menyebut komentar Infantino tidak bertanggung jawab. “Pernyataan itu memisahkan sepak bola dari realitas ketika anak-anak sedang dibunuh,” ujar dia kepada Sky Sports.
Sikap Infantino berbeda dengan UEFA. Presiden UEFA Aleksander Ceferin menegaskan Rusia baru bisa kembali jika perang di Ukraina benar-benar berakhir. Pernyataan tersebut konsisten dengan sikap UEFA dalam konferensi pers penutupan Kongres UEFA pada April tahun lalu.
Transfer Layvin Kurzawa ke Persib Disorot FIFA, Maung Bandung Mendadak Jadi Perbincangan Dunia
Editor: Abdul Haris