Premier League Mau Hapus VAR, Liga 1 Malah Baru Debut
JAKARTA, iNews.id - Ada wacana Premier League mau menghapus Video Assistant Referee (VAR) mulai musim depan. Ironisnya Liga 1 Indonesia malah baru menggunakan teknologi ini.
VAR digunakan di sepak bola Inggris mulai 2019-2020. Teknologi ini awalnya bertujuan untuk membantu wasit mengambil keputusan penting dalam pertandingan seperti penalti, kartu merah langsung atau offside.
Namun seiring berjalannya waktu VAR justru menimbulkan banyak kontroversi. Wolverhampton Wanderers menjadi salah satu klub yang merasa paling dirugikan VAR.

Bukan Malaysia! Timnas Indonesia Vs Tanzania di Laga Uji Coba, Catat Jadwalnya
Akibatnya mereka secara resmi mengajukan resolusi ke Premier League untuk mencabut VAR. Pemungutan suara 20 klub anggota akan dilakukan guna menentukan masalah ini dalam rapat umum tahunan Premier League 6 Juni 2024.
Dikutip dari BBC, Kamis (16/5/2024) protes dari Wolves nantinya akan disetujui jika dua pertiga dari 20 anggota klub Premier League menyetujuinya. Artinya harus ada 14 tim yang setuju VAR dihapus.
5 Pemain Langganan Timnas Indonesia yang Dicoret dari Skuad Vs Irak dan Filipina, Nomor 3 Naik Haji
Ketika di Inggris berencana mau menghapus VAR, Indonesia justru baru memakai teknologi tersebut di ajang Championship Series.
Daftar 22 Pemain Timnas Indonesia Vs Irak dan Filipina: Minus Paes, Baggott dan Witan
Laga leg pertama semifinal antara Bali United vs Persib Bandung pada Selasa (14/5/2024) menjadi debut VAR di Liga 1.
VAR sempat digunakan menit ke-54. Saat itu, pemain Persib, David Da Silva terlihat dijatuhkan di kotak penalti Bali United.
Harga Tiket Timnas Indonesia Naik Tinggi, PSSI: Bukan Nyari Untung!

Wasit utama pun mendapatkan pemberitahuan bahwa ada potensi pelanggaran yang terjadi. Setelah mendengar masukkan dari wasit VAR, wasit tengah pun memilih melihat layar VAR.
Setelah melihat tayangan ulang, dia pun memutuskan adanya pelanggaran sehingga Persib dihadiahi tendangan penalti. Sayangnya David Da Silva gagal menuntaskan tugasnya dengan baik.
Editor: Reynaldi Hermawan