Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rahasia Kebugaran Luka Modric di Usia 40 Tahun, Tetap Jadi Andalan Kroasia di Piala Dunia 2026
Advertisement . Scroll to see content

Piero Hincapie Jadi Pemain Kedua yang Dikartu Merah karena Tutup Mulut di Piala Dunia 2026

Rabu, 01 Juli 2026 - 15:51:00 WIB
Piero Hincapie Jadi Pemain Kedua yang Dikartu Merah karena Tutup Mulut di Piala Dunia 2026
Bek Timnas Ekuador Piero Hincapie (kanan) berbicara dengan menutup mulut kepada pemain pemain Meksiko Santiago Gimenez pada 32 besar Piala Dunia 2026 di Estadio Azteca, Rabu (1/7/2026) pagi WIB. (Foto: Football London)
Advertisement . Scroll to see content

MEXICO CITY, iNews.idPiero Hincapie jadi pemain kedua yang dikartu merah usai tutup mulut di Piala Dunia 2026 setelah insiden kontroversial yang terjadi saat laga Ekuador vs Meksiko di babak 32 besar.

Insiden itu terjadi pada menit-menit akhir pertandingan ketika Timnas Ekuador tertinggal 0-2 dari Meksiko di Stadion Azteca, Rabu (1/7/2026) pagi WIB. Bek Arsenal berusia 24 tahun tersebut terlihat menutupi mulutnya saat berdebat dengan striker Meksiko, Santiago Gimenez.

Wasit Slavko Vincic awalnya tidak melihat kejadian tersebut secara langsung. Namun VAR kemudian merekomendasikan peninjauan ulang sebelum akhirnya wasit mengeluarkan kartu merah untuk Hincapie di masa injury time.

Kartu merah tersebut membuat Ekuador semakin terpuruk dan dipastikan tersingkir dari turnamen. Meksiko sendiri melaju ke babak selanjutnya dengan kemenangan meyakinkan di kandang sendiri.


Aturan Baru FIFA Jadi Sorotan Dunia

Hincapie menjadi pemain kedua yang terkena sanksi dari aturan baru FIFA yang melarang pemain menutupi mulut saat berkomunikasi dalam situasi konfrontasi dengan lawan.

Aturan ini mulai diterapkan di Piala Dunia 2026 untuk mencegah potensi komunikasi tersembunyi yang mengarah pada provokasi, pelecehan, atau bahasa yang tidak pantas di lapangan.

Sebelumnya, Miguel Almiron lebih dulu menjadi korban aturan tersebut saat Paraguay menghadapi Turki di fase grup. Dia juga diusir setelah menutupi mulut saat berdebat dengan pemain lawan.

Dalam laga itu, Almiron terlihat menutupi mulut saat berbicara dengan Mert Muldur. Aksi tersebut langsung dilaporkan ke wasit sebelum VAR memastikan pelanggaran terjadi di situasi konfrontasi.

Wasit kemudian mengumumkan kartu merah setelah pengecekan ulang, membuat Almiron menjadi pemain pertama yang tersingkir karena aturan baru tersebut di turnamen ini.

Komentator BBC Radio 5 Live, Clinton Morrison, menilai keputusan wasit memang berat, namun tetap harus mengikuti regulasi yang sudah ditetapkan.

“Jika sudah tahu aturan, maka tidak boleh dilakukan. Wasit dan VAR harus diberi kredit atas keputusan itu,” ujar Morrison.

Dia juga menambahkan tidak semua pihak akan setuju dengan keputusan tersebut, tetapi aturan tetap harus ditegakkan tanpa pengecualian.

Pelatih Paraguay, Gustavo Alfaro, menegaskan tidak ada perdebatan terkait kartu merah tersebut. Dia menyebut aturan sudah jelas dan harus diterima.

“Menurut aturan, jika menutupi mulut saat situasi konfrontasi, itu kartu merah,” ujarnya.

Alfaro juga menyebut Almiron sudah meminta maaf kepada rekan setimnya setelah pertandingan, karena tindakannya berdampak langsung pada tim.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut