Piero Hincapie Jadi Pemain Kedua yang Dikartu Merah karena Tutup Mulut di Piala Dunia 2026
MEXICO CITY, iNews.id – Piero Hincapie jadi pemain kedua yang dikartu merah usai tutup mulut di Piala Dunia 2026 setelah insiden kontroversial yang terjadi saat laga Ekuador vs Meksiko di babak 32 besar.
Insiden itu terjadi pada menit-menit akhir pertandingan ketika Timnas Ekuador tertinggal 0-2 dari Meksiko di Stadion Azteca, Rabu (1/7/2026) pagi WIB. Bek Arsenal berusia 24 tahun tersebut terlihat menutupi mulutnya saat berdebat dengan striker Meksiko, Santiago Gimenez.
Wasit Slavko Vincic awalnya tidak melihat kejadian tersebut secara langsung. Namun VAR kemudian merekomendasikan peninjauan ulang sebelum akhirnya wasit mengeluarkan kartu merah untuk Hincapie di masa injury time.
Kartu merah tersebut membuat Ekuador semakin terpuruk dan dipastikan tersingkir dari turnamen. Meksiko sendiri melaju ke babak selanjutnya dengan kemenangan meyakinkan di kandang sendiri.
Hincapie menjadi pemain kedua yang terkena sanksi dari aturan baru FIFA yang melarang pemain menutupi mulut saat berkomunikasi dalam situasi konfrontasi dengan lawan.
Aturan ini mulai diterapkan di Piala Dunia 2026 untuk mencegah potensi komunikasi tersembunyi yang mengarah pada provokasi, pelecehan, atau bahasa yang tidak pantas di lapangan.
Sebelumnya, Miguel Almiron lebih dulu menjadi korban aturan tersebut saat Paraguay menghadapi Turki di fase grup. Dia juga diusir setelah menutupi mulut saat berdebat dengan pemain lawan.
Dalam laga itu, Almiron terlihat menutupi mulut saat berbicara dengan Mert Muldur. Aksi tersebut langsung dilaporkan ke wasit sebelum VAR memastikan pelanggaran terjadi di situasi konfrontasi.
Wasit kemudian mengumumkan kartu merah setelah pengecekan ulang, membuat Almiron menjadi pemain pertama yang tersingkir karena aturan baru tersebut di turnamen ini.
Komentator BBC Radio 5 Live, Clinton Morrison, menilai keputusan wasit memang berat, namun tetap harus mengikuti regulasi yang sudah ditetapkan.
“Jika sudah tahu aturan, maka tidak boleh dilakukan. Wasit dan VAR harus diberi kredit atas keputusan itu,” ujar Morrison.
Dia juga menambahkan tidak semua pihak akan setuju dengan keputusan tersebut, tetapi aturan tetap harus ditegakkan tanpa pengecualian.
Pelatih Paraguay, Gustavo Alfaro, menegaskan tidak ada perdebatan terkait kartu merah tersebut. Dia menyebut aturan sudah jelas dan harus diterima.
“Menurut aturan, jika menutupi mulut saat situasi konfrontasi, itu kartu merah,” ujarnya.
Alfaro juga menyebut Almiron sudah meminta maaf kepada rekan setimnya setelah pertandingan, karena tindakannya berdampak langsung pada tim.
Editor: Abdul Haris