Philippe Troussier Ternyata Mualaf, Kenal Islam di Maroko Ganti Nama Jadi Omar
HANOI, iNews.id - Philippe Troussier ternyata mualaf. Dia mengenal Islam di Maroko.
Nama Troussier masih jadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola. Juru taktik Prancis itu baru saja dipecat dari kursi kepelatihan Timnas Vietnam.
Troussier didepak dari jabatannya usai Vietnam kalah memalukan 0-3 dari Timnas Indonesia di Stadion My Dinh, Hanoi, Selasa (26/3/2024). Dia langsung dipecat beberapa jam setelah laga.

Shin Tae-yong Sebut Generasi Emas Vietnam Punah, Giliran Indonesia Berjaya!
Selain kabar pemecatannya, kisah mualaf Troussier juga jadi perbincangan hangat. Pria 69 tahun itu mengenal Islam di Maroko.
Dia menjabat sebagai Pelatih Timnas Maroko pada 2005. Di negara itu dia menemukan hidayah dan akhirnya memeluk Islam.
Terungkap! Murid Park Hang-seo Jadi Kandidat Terkuat Pelatih Baru Vietnam, Siapa?
“Masuknya saya ke Islam adalah cara untuk menyelaraskan keyakinan saya dengan negara di mana saya bekerja. Maroko yang saya cintai dan juga mencintai saya. Itu adalah tindakan cinta dan hormat," kata Troussier dikutip dari Maghreb Arabe Press, Sabtu (30/3/2024).
Jadwal 4 Wakil Indonesia di Semifinal Spain Masters 2024 Sore Ini Live di iNews
Troussier tak sendirian karena dirinya juga mengajak sang istri Dominique untuk memeluk Islam. Dari situ dia berganti nama menjadi Omar dan istrinya Amina.
Namun Troussier merasa tak nyaman ketika agama yang dipilihnya itu tersebar luas. Sebab dia merasa keyakanan adalah hak privasinya sebagai manusia.
Netizen Vietnam Serang IG Justin Hubner, Sebut Indonesia Tak Becus Cari Pemain

“Informasi tersebut tersebar di belakang saya. Saya rasa salah satu teman saya membocorkan berita tersebut," tuturnya dalam wawancara dengan Afrik.com.
"Awalnya saya tidak ingin menunjukkan keislaman saya dan keluarga. Saya ingin menjaganya untuk perasaan saya sendiri," ujarnya.
Mualafnya Troussier diulas Media Prancis, L'Opinion. Mereka memuji keputusan Troussier dan menggambarkan peristiwa tersebut sebagai “kejutan yang luar biasa dan menakjubkan.”
Editor: Reynaldi Hermawan