Persebaya Punya Sosok Kunci! Rachmat Irianto Pimpin Adaptasi Pemain Baru Jelang Musim Baru
SURABAYA, iNews.id - Rachmat Irianto memegang peran penting dalam menyatukan skuad Persebaya Surabaya yang dihuni pemain senior, talenta muda, dan rekrutan asing menjelang musim 2026-2027. Pengalaman panjangnya bersama Bajul Ijo membuat dia menjadi salah satu figur sentral di ruang ganti tim.
Persebaya tengah membangun kekuatan baru untuk menghadapi persaingan musim depan. Selain mempertahankan sejumlah pemain lama, klub juga mendatangkan beberapa wajah baru yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan dan kultur tim.
Sebagai pemain yang memahami identitas Persebaya, Rachmat Irianto atau yang akrab disapa Rian mengambil inisiatif membantu proses adaptasi para pemain sejak awal masa persiapan.
Rian bukan sosok baru di Persebaya. Setelah menghabiskan enam musim bersama Bajul Ijo dan sempat melanjutkan karier di klub lain, dia kembali ke Surabaya pada musim lalu dengan bekal pengalaman yang lebih matang.
Kehadirannya tidak hanya menambah kualitas di atas lapangan, tetapi juga memperkuat fondasi kebersamaan di dalam skuad. Menurut Rian, komunikasi menjadi kunci utama agar seluruh pemain dapat cepat menyatu.
"Kami memiliki banyak pemain baru, baik pemain muda, pemain senior maupun pemain asing. Sebagai salah satu pemain yang cukup lama mengenal Persebaya, saya tentu berusaha membantu mereka beradaptasi. Yang terpenting adalah membangun komunikasi yang baik agar semua bisa merasa nyaman dan cepat menyatu dengan tim," ujar Rachmat Irianto, dikutip dari situs resmi Persebaya Surabaya, Rabu (15/7/2026).
Persebaya musim ini diperkuat sejumlah pemain berpengalaman yang memiliki rekam jejak di berbagai kompetisi. Di saat yang sama, klub juga tetap memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk berkembang bersama tim utama.
Rian menilai kombinasi pengalaman pemain senior dan semangat pemain muda menjadi modal penting untuk menghadapi kompetisi musim 2026-2027. Menurut dia, pemain senior memiliki tanggung jawab membimbing generasi muda agar berkembang lebih cepat.
"Pemain muda memiliki potensi yang besar dan masa depan yang cerah. Tugas kami yang lebih berpengalaman adalah membantu mereka berkembang, baik melalui masukan di lapangan maupun berbagi pengalaman selama berkarier. Semoga mereka bisa terus berkembang dan memberikan kontribusi besar untuk Persebaya," tuturnya.
Selain membimbing pemain muda, Rian juga menaruh perhatian besar terhadap kekompakan tim. Dia menilai keharmonisan antarpemain tidak bisa dibangun dalam waktu singkat, tetapi membutuhkan proses yang terus dijaga setiap hari.
"Kekompakan tidak terbentuk dalam satu atau dua hari. Kami harus membangunnya setiap hari, baik saat latihan maupun di luar lapangan. Jika hubungan antarpemain kuat, maka itu akan sangat membantu tim ketika menghadapi situasi sulit selama kompetisi," ujar Rian.
Sebagai putra mendiang legenda Persebaya, Bejo Sugiantoro, Rian mengaku memahami betul nilai-nilai yang melekat pada klub kebanggaan Kota Surabaya tersebut. Dia merasa memiliki tanggung jawab mengenalkan kultur Persebaya kepada seluruh pemain baru.
Menurut Rian, mengenal karakter klub serta memahami besarnya dukungan Bonek dan Bonita menjadi bagian penting dalam proses adaptasi. Dia berharap seluruh anggota skuad mampu memberikan kontribusi maksimal sepanjang musim.
"Persebaya memiliki kultur yang sangat kuat dan berbeda. Saya ingin membantu teman-teman yang baru bergabung agar bisa memahami apa arti klub ini, bagaimana dukungan suporternya, dan seperti apa tanggung jawab ketika mengenakan jersey Persebaya. Semoga kami semua bisa memberikan yang terbaik untuk klub dan masyarakat Surabaya," tutup gelandang berusia 26 tahun tersebut.
Editor: Reynaldi Hermawan