Perjalanan Simone Inzaghi Menuju Scudetto bersama Inter Milan, Sempat Mau Dipecat
MILAN, iNews.id – Perjalanan Pelatih Inter Milan Simone Inzaghi meraih scudetto sangat dramatis. Pasalnya, musim lalu dia dikabarkan sempat akan dipecat I Nerazzurri.
Inzaghi akhirnya meraih scudetto Liga Italia 2023-2024 untuk pertama kali sepanjang karier setelah Inter melibas AC Milan 2-1 dalam Derby della Madonnina di San Siro, Milan, Selasa (23/4/2024) dini hari WIB.
Dua gol Inter dicetak Francesco Acerbi pada menit ke-18, dan Marcus Thuram (49). Sementara AC Milan hanya sekali membalas melalui Fikayo Tomori (80).
Kemenangan itu membuat Inter mengepak poin 86, unggul 17 angka dari Milan yang ada di posisi kedua dengan lima pekan tersisa.
Hasil Liga Italia: Inter Milan Scudetto Serie A usai Kalahkan AC Milan dalam Derby della Madonnina
Sebelum meraih scudetto, puncak karier kepelatihan Simone Inzaghi adalah mencapai Final Liga Champions 2022-2023, hanya kalah tipis 0-1 dari Manchester City di Istanbul.
Ide sepak bolanya jauh lebih menyerang dibandingkan pendahulunya, Antonio Conte, seperti yang dikonfirmasi hari ini melalui gol pembuka di mana Benjamin Pavard memberikan assist untuk Francesco Acerbi, keduanya adalah bek tengah.
Inter Milan Pagari Simone Inzaghi dari Godaan Barcelona, Liverpool dan Man United
“Saya berusaha keras untuk mendatangkan Acerbi ke Inter, karena saya tahu betapa pentingnya dia bagi tim saya di Lazio dan apa yang bisa dia bawa ke sini,” tuturnya kepada DAZN, dikutip dari Football Italia, Selasa (24/4/2024).
“Para pemain luar biasa, pagi ini saya mengajak mereka berlatih di bawah hujan lebat untuk berlatih permainan bola mati dan itu berhasil, karena gol pembuka adalah sesuatu yang kami kerjakan dalam latihan,” katanya.
Simone Inzaghi Menyesal Meski Inter Milan Bungkam Atletico Madrid di Liga Champions, Ini Penyebabnya
Pada pertengahan musim lalu, situasinya sangat berbeda, dikabarkan Inzaghi akan dipecat karena gagal mendapatkan scudetto, hingga dia mencapai Final Liga Champions dan memenangkan Coppa Italia juga.
Fondasinya kemudian diletakkan untuk kesuksesan yang dia nikmati kali ini.
“Itu adalah perjalanan yang luar biasa dan saya juga akan selalu berterima kasih kepada Lazio karena telah memberi saya kesempatan untuk memulai karier kepelatihan saya. Kami menjalani tahun-tahun yang sangat baik di sana dan berada di puncak klasemen ketika musim dihentikan karena COVID. Saya tidak tahu apakah kami bisa menang atau tidak.”
Direktur Olahraga Inter Milan, Beppe Marotta, mengungkapkan, Presiden Lazio Claudio Lotito “marah” karena I Nerazzurri memburu Inzaghi ketika kontraknya habis.
“Lazio ingin melanjutkan hubungan baik, tapi saya merasa sudah waktunya melakukan perubahan. Saya tidak menyangka Inter, mereka baru saja memenangi scudetto, menjual pemain-pemain terbaiknya, namun ada sesuatu yang memberitahu saya bahwa saya harus datang ke Inter,” ujar Inzaghi.
“Saya sudah bekerja dengan Marotta di Sampdoria, saya sudah mengenal Ausilio dan Baccin selama bertahun-tahun, Zanetti tentu saja sebagai lawan, jadi saya tahu kami bisa melanjutkan era ini meski ada beberapa kesulitan yang tidak bisa disangkal,” ucapnya.
“Pada masa-masa sulit, kami berusaha sekuat tenaga dan saya tidak punya apa pun untuk keluar dari dada saya, hanya untuk memamerkan beberapa trofi yang luar biasa,” katanya lagi.
Scudetto musim ini menjadi titel keenam Inzaghi bersama Inter sejak direkrut pada 2021. Catatan tersebut membuatnya menjadi pelatih tersukses ketiga I Nerazzurri sejak berdirinya Serie A modern pada musim 1929-1930, menyusul Helenio Herrera dan Roberto Mancini yang masing-masing meraih tujuh trofi.
Editor: Abdul Haris