Peraturan Baru Piala Dunia 2026: Pemain Dikartu Merah jika Ketahuan Tutup Mulut, Kok Bisa?
VANCOUVER, iNews.id – Presiden FIFA Gianni Infantino mengusulkan aturan baru untuk menindak komentar rasis yang dilakukan pemain saat pertandingan, menyusul insiden Gianluca Prestianni terhadap Vinicius Junior.
Insiden terjadi saat leg pertama Benfica melawan Real Madrid di Estadio da Luz, ketika Vinicius Junior menuduh Prestianni melakukan pelecehan diskriminatif. Prestianni terlihat mendekati Vinicius sambil menutup mulutnya, meski dia membantah melakukan komentar rasis.
UEFA kemudian membuka investigasi resmi, dan Jose Mourinho, pelatih Benfica, menegaskan karier Prestianni di klub bisa berakhir jika terbukti bersalah.
Infantino menyoroti praktik menutupi mulut saat berbicara di lapangan yang kerap dilakukan pemain untuk menghindari kamera. Menurutnya, kebiasaan ini kini menjadi masalah serius karena memungkinkan pemain menyampaikan komentar kontroversial tanpa terdeteksi.
Resmi! Piala Dunia 2026 Terapkan Aturan VAR Baru, Pakai Teknologi Lebih Luas
Dalam pertemuan International Football Association Board pada Sabtu, Infantino mengusulkan pendekatan lebih intervensif, dengan sanksi tegas terhadap pemain yang menutupi mulut untuk menyembunyikan ucapannya.
“Jika seorang pemain menutup mulutnya dan mengatakan sesuatu, dan ini berakibat rasis, maka dia harus diusir dari lapangan. Harus ada presumption bahwa dia mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya, jika tidak, dia tidak akan menutupi mulutnya. Jika tidak punya sesuatu yang disembunyikan, jangan menutupi mulut. Sesederhana itu. Ini tindakan yang harus kita lakukan untuk serius melawan rasisme," kata Infantino dikutip Sky Sports.
Kabar Buruk! Cristiano Ronaldo Terancam Absen di Piala Dunia 2026