Pengakuan Mengejutkan Marc Marquez: Pembalap Cepat Belum Tentu Juara MotoGP
MADRID, iNews.id - Marc Marquez mengungkap rahasia mentalitas juara di MotoGP dan menegaskan seorang pembalap tidak bisa hanya mengandalkan kecepatan motor atau kemampuan berkendara untuk menjadi juara dunia.
Pembalap Ducati Lenovo tersebut menyampaikan pandangannya saat menghadiri acara Estrella Galicia 0,0 beberapa waktu lalu. Dalam kegiatan itu, dia berbincang langsung dengan dua pembalap muda, yaitu Diogo Moreira dari tim LCR Honda dan Jose Antonio Rueda yang merupakan juara bertahan Moto3.
Dalam sesi diskusi tersebut, Moreira mengajukan pertanyaan menarik kepada Marquez. Pembalap asal Brasil itu ingin mengetahui perbedaan antara pembalap yang sekadar cepat di lintasan dengan pembalap yang memiliki mental juara.
Marquez merespons dengan nada santai. Dia bahkan sempat melontarkan candaan kepada Moreira yang juga mulai meniti karier di kelas utama MotoGP.
Gigi Dall’Igna Ungkap Penyebab Marc Marquez Bernasib Sial di Seri Pembuka MotoGP 2026
"Semua pembalap di grid itu cepat. Aku akan memasukkanmu juga!," canda Marquez, dikutip dari Crash, Sabtu (7/3/2026).
Namun, candaan itu bukan jawaban utama dari pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut. Dia kemudian menjelaskan perbedaan mendasar antara pembalap cepat dan juara dunia berdasarkan pengalaman panjangnya di ajang balap motor paling bergengsi tersebut.
Rekor Podium Ducati Putus di MotoGP Thailand 2026, Marc Marquez: Jangan Panik!
Marquez menjelaskan hampir semua pembalap di MotoGP memiliki kemampuan teknis yang sangat baik. Menurut dia, faktor pembeda justru muncul saat pembalap menghadapi tekanan dan situasi sulit selama musim balapan.
Bos Ducati Ungkap Alasan Pecah Ban Marc Marquez di MotoGP Thailand 2026
“Kita semua tahu cara mengendarai motor, dari Moto3 hingga MotoGP. Tapi kemudian ada tantangan dalam mengelola momen-momen tekanan, momen-momen ketidakpastian, manajemen ban," buka Marquez.
Dia menilai balapan MotoGP tidak hanya menguji kecepatan di lintasan. Pembalap juga harus mampu mengelola berbagai situasi yang berubah sepanjang musim kompetisi.
"Ini bukan hanya tentang kecepatan; ini tentang bagaimana menangani berbagai situasi yang muncul selama musim balap yang terdiri dari 22 balapan. Di situlah letak perbedaan antara seorang juara dan pembalap cepat," sambungnya.
Marquez juga menyoroti perbedaan situasi saat sesi uji coba dengan akhir pekan balapan. Menurut dia, hampir semua pembalap bisa tampil cepat saat tes, tetapi tekanan sebenarnya muncul ketika balapan berlangsung.
"Saat uji coba, semua orang cepat. Kemudian, pada akhir pekan balapan, sedikit lebih sulit," tambahnya.
Penjelasan tersebut menjadi pelajaran penting bagi Diogo Moreira yang baru memulai kariernya di MotoGP. Pembalap berusia 21 tahun itu mencatat hasil cukup menjanjikan dalam balapan debutnya.
Pada seri pembuka MotoGP 2026 di Sirkuit Chang, Buriram, Thailand, Minggu (1/3/2026), Moreira berhasil finis di posisi ke-13. Hasil itu membuat dia hampir menembus 10 besar pada penampilan perdananya di kelas utama.
Setelah menjalani debut di Thailand, Moreira akan menghadapi tantangan berikutnya pada MotoGP Brasil yang berlangsung di Autodromo Internacional Ayrton Senna, Goiania, Brasil pada 20-22 Maret 2026. Balapan tersebut menjadi kesempatan bagi dia untuk tampil di depan publik negaranya sendiri.
Editor: Reynaldi Hermawan