Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sean Gelael Akhirnya Balapan di Mandalika 2026: Debut GT World Challenge Asia Jadi Momen Bersejarah
Advertisement . Scroll to see content

Penalti 5 Detik, Sean Gelael Terlempar dari Podium hingga Finis P5 di Imola

Senin, 20 April 2026 - 12:30:00 WIB
Penalti 5 Detik, Sean Gelael Terlempar dari Podium hingga Finis P5 di Imola
Sean Gelael (depan) gagal meraih podium pada putaran pembuka FIA WEC 2026 di Sirkuit Imola, Minggu (19/4/2026). (Foto: WRT)
Advertisement . Scroll to see content

IMOLA, iNews.id – Sean Gelael gagal meraih podium pada putaran pembuka FIA WEC 2026 di Sirkuit Imola setelah penalti 5 detik menghancurkan strategi matang Team WRT 32.

Balapan 6 Hours of Imola yang digelar Minggu (19/4/2026) sejatinya diawali dengan performa menjanjikan dari trio Sean Gelael, Darren Leung, dan Augusto Farfus. Darren yang dipercaya sebagai pembalap pertama menjalankan tugasnya dengan solid sejak start.

Memulai lomba dari posisi kelima, Darren mampu menjaga ritme dan konsistensi hingga menyelesaikan dua stint. Dia kemudian menyerahkan mobil kepada Sean dalam posisi ketujuh, masih dalam persaingan ketat papan atas kelas LMGT3.

Sean langsung menunjukkan progres positif. Dia perlahan memperbaiki posisi dari P7 ke P6, lalu naik ke P5, hingga sempat menembus posisi ketiga. Momentum tersebut membuka peluang besar bagi Team WRT 32 untuk mengamankan podium.

Namun situasi berubah drastis saat tim melakukan pit stop. Terjadi pelanggaran unsafe release ketika mobil BMW nomor 32 dilepas terlalu cepat hingga mengganggu mobil Proton Competition 88 yang harus menahan lajunya di pit lane.


Penalti Kecil, Dampak Besar

Insiden tersebut berujung penalti 5 detik untuk Team WRT 32. Meski terlihat ringan, dampaknya sangat signifikan mengingat persaingan di kelas LMGT3 berlangsung ketat dengan jarak antar mobil yang sangat dekat.

Saat penalti dijalankan pada pit stop berikutnya, posisi Sean langsung merosot tajam. Dia terlempar keluar dari 10 besar, memupus peluang realistis untuk finis di podium.

Augusto Farfus yang mengambil alih kemudi berusaha keras mengembalikan posisi tim. Dalam kondisi lintasan yang sempat diguyur hujan ringan, dia tetap tampil konsisten dan mampu merangsek kembali ke posisi sepuluh besar.

Perlahan tapi pasti, Farfus membawa mobil ke posisi delapan sebelum menyalip Logan Sargeant untuk naik ke posisi tujuh. Dia kemudian melanjutkan tren positif hingga akhirnya menembus lima besar.

Dua posisi tambahan berhasil diamankan di fase akhir lomba. Hasil finis di posisi kelima menjadi capaian maksimal yang bisa diraih setelah penalti merusak strategi tim.

“Itu adalah usaha terbaik kami. Kami juga senang karena mobil Team WRT lainnya menjadi pemenang. Selamat!” ujar Sean.

Pada balapan ini, Team WRT 69 keluar sebagai pemenang di kelas LMGT3. Sementara di kelas Hypercar, Toyota berhasil mengalahkan Ferrari yang tampil di kandang sendiri. Putaran kedua FIA WEC akan berlangsung di Sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia pada 9 Mei. 

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut