Pemain Prancis Masih Tak Terima dengan Selebrasi Emiliano Martinez, Di Maria: Menangislah!
BUENOS AIRES, iNews.id- Aksi selebrasi juara Piala Dunia 2022 dari kiper Argentina, Emiliano Martinez terus dikecam karena mengejek Kylian Mbappe. Pemain Argentina Angel Di Maria dan Leandro Paredes ikut membela kiper andalanya itu.
Martinez dikecam setelah tertangkap kamera meledek Mbappe dalam selebrasi kemenangan Timnas Argentina di Buenos Aires, Argentina beberapa waktu lalu. Dalam perayaan itu, Dibu -sapaan akrab Emiliano Martinez- terlihat menggendong sebuah boneka.
Boneka bayi tersebut ternyata sudah dibalut dengan topeng wajah Kylian Mbappe. Aksi yang dilakukan oleh kiper Aston Villa itupun menuai banyak kecaman dari berbagai pihak, termasuk bek asal Prancis, Adil Rami.
Rami mengatakan Martinez trauma dengan empat gol yang dilesakkan Mbappe ke gawangnya. Pemain Troyes itu menegaskan, Dibu melakukan selebrasi atas kemenangan kontra Mbappe, bukan perayaan juara Piala Dunia 2022.
Emiliano Martinez Terancam Didepak dari Skuad Aston Villa, Ada Masalah Apa?
"(Emiliano) Martinez adalah yang paling dibenci, putra terhebat dari af *****a. Mbappé sangat membuatnya trauma sehingga mereka merayakan kemenangan melawan anak ajaib kami lebih dari Piala Dunia mereka," kata Rami dikutip dari Tuttomercatoweb, Selasa (27/12/2022).
Melihat respons keras dari Rami, Di Maria dan Paredes langsung turun tangan membela rekan setimnya. Dua pemain Juventus itu mengatakan Rami harus menerima kenyataan dan berhenti larut dalam kesedihan.
Emiliano Martinez Ejek Kylian Mbappe, Menteri Olahraga Prancis: Menyedihkan!
“Dibu adalah penjaga gawang terbaik di dunia. Menangislah di tempat lain (Rami)," ujar Di Maria.
"Berhentilah menangis Rami,” timpal Paredes.
Erik ten Hag Ingatkan Lisandro Martinez yang Masih Pesta Juara Piala Dunia 2022: Liga Inggris Mau Mulai Nih
Selebrasi Martinez memang terus menuai kecaman. Bahkan, penjaga gawang berusia 30 tahun itu dikabarkan harus berurusan dengan pelatihnya di Aston Villa, Unai Emery untuk memberikan klarifikasi mengenai hal itu.
Editor: Ibnu Hariyanto