Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mauricio Souza Bongkar Kronologi Ribut-Ribut di Laga Persija Vs Arema FC, Semua Gegara Mantan!
Advertisement . Scroll to see content

Pelatih Borneo FC Kecewa dengan VAR di Final Piala Presiden 2024: Tayangan Videonya Gak Bagus!

Senin, 05 Agustus 2024 - 10:04:00 WIB
Pelatih Borneo FC Kecewa dengan VAR di Final Piala Presiden 2024: Tayangan Videonya Gak Bagus!
Pelatih Borneo FC Pieter Huistra. (Foto: Borneo FC)
Advertisement . Scroll to see content

SOLO, iNews.id- Pelatih Borneo FC, Pieter Huistra kritik tayangan Video Assistant Referee (VAR) dalam pertandingan final Piala Presiden 2024. Menurutnya, tayangan video VAR kurang bagus.

Pesut Etam -julukan Borneo FC- bermain dengan 10 pemain di final Piala Presiden 2024 kontra Arema FC saat kedudukan imbang 1-1. Hal itu terjadi setelah Lilipaly diganjar kartu merah pada menit ke-88 dalam laga yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Minggu (4/8/2024) malam WIB. 

Lilipaly dihukum dengan kartu merah setelah wasit melihat tayangan VAR. Pemain berdarah Indonesia-Belanda itu dianggap menendang William Moreira dengan sengaja ketika berduel memperebutkan bola.

Pada akhirnya, Borneo FC mampu menahan imbang Arema FC hingga waktu normal berakhir dengan 11 menit tambahan waktu meski dengan 10 pemain saja. Arema FC pun menang lewat adu penalti dengan skor 5-4.

Huistra kurang terima dengan keputusan wasit memberikan kartu merah kepada Lilipaly. Dia menilai ada sesuatu yang salah di dalam keputusan itu. 

“Kami bermain dengan 10 pemain, saya harus mengatakannya beberapa hal mengenai itu. Saya ingin mengatakan sesuatu tentang beberapa momen penting di pertandingan ini,” kata Huistra dalam konferensi pers pascalaga, Minggu (5/8/2024).

Huistra menilai VAR tidak memberikan materi video yang bagus kepada wasit ketika menimbang keputusannya soal kartu merah Lilipaly. Menurutnya, seharusnya pemain berlabel Timnas Indonesia itu lebih dulu dilanggar jika videonya ditayangkan secara lebih utuh.

“Saya berada di belakang wasit ketika dia sedang membuat keputusan. Saya tak menyalahkan wasit, tapi menyalahkan VAR dengan tidak memberikan dia (wasit) gambar yang benar,” imbuhnya.

“Jika kamu ingin memberikan kartu merah untuk Stefano Lilipaly, oke itu tak masalah. Tapi tolong tunjukkan keseluruhan gambar. Karena kalau sedikit ditarik ke belakang, ada pemain Arema yang menendang Lilipaly, tetapi tak ditunjukkan kepada wasit,” tuturnya.

Huistra menilai penggunaan VAR harus dievaluasi. Menurutnya, wasit VAR harus bisa memperlihatkan tayangan video dengan baik sehingga keputusan yang dibuat oleh wasit tengah tepat.

“Jika kamu melakukan hal seperti itu, maka kamu harus mencari banyak hal di sepakbola. Dan itu yang terjadi hari ini. Jadi sangat penting jika semua orang menyadarinya bahwa VAR saja tidak cukup. Mereka harus menunjukkan video yang benar kepada wasit agar bisa membuat keputusan yang benar,” pungkasnya.

Editor: Ibnu Hariyanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut