Pandit Malaysia Soroti Nasib Suram Wonderkid Negeri Jiran di Belgia, Senggol Marselino Ferdinan
JAKARTA, iNews.id - Pandit Malaysia menyoroti nasib suram wonderkid Negeri Jiran di Belgia yakni Luqman Hakim Shamsudin. Mereka membandingkannya dengan bintang Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan.
Nama Luqman menjadi buah bibir ketika dikontrak Klub Belgia, KV Kortrijk pada 2019. Sayangnya dia kesulitan beradaptasi di sana.
Akibatnya Luqman hanya dipercaya bermain di 19 menit bersama tim senior. Setelahnya dia dipinjamkan ke Njardvik FC, tim kasta kedua Islandia.
Minimnya menit bermain di level klub, membuat penampilan Luqman di Timnas Malaysia melempem. Hal tersebut terlihat dari performanya di Kualifikasi Piala Asia U-23 2024.

Dia gagal menyarangkan gol meski akhirnya Malaysia lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2024 melalui jalur runner up terbaik. Minimnya menit bermain Luqman dibahas pembawa acara Bola Itu Life di Astro Arena, Keesh Sundaresan.
“Luqman mempunyai hak untuk bermain di mana pun dia mau. Dia tidak perlu kembali, jika dia tidak mau," kata Keesh dikutip dari kanal YouTube Astro Arena.
"Bisa di mana saja, selama dia bermain,” ujarnya.
Rekannya Faiz Gurun juga mengatakan hal serupa. Lalu dia membandingkannya dengan Marselino Ferdinan yang punya nasib lebih baik di Klub Belgia, KMSK Deinze.
"Kita punya dua wonderkid lagi dari Asia Tenggara, Marselino Ferdinan dari Indonesia dan Ilhan Fandi dari Singapura, yang tiba di Belgia kurang dari setahun yang lalu," tutur Faiz.
"Namun menit bermain mereka lebih banyak dibandingkan Luqman Hakim yang berada di Eropa selama dua setengah tahun," ucapnya.

Marselino membuat empat penampilan dan mencetak satu gol sejak bergabung dengan KMSK Deinze pada Februari 2023. Total dirinya bermain selama 116 menit.
Penampilan Marselino juga menawan ketika kembali ke Timnas Indonesia. Buktinya dia menyumbang dua gol di Kualifikasi Piala Asia U-23 2024 dan membawa Garuda Muda lolos ke putaran final dengan status juara Grup K.
Editor: Reynaldi Hermawan