Norwegia Tak Sabar Jumpa Brasil di 16 Besar, Teringat Memori Indah 1998
ARLINGTON, iNews.id – Norwegia berpotensi jumpa Brasil di 16 Besar Piala Dunia 2026. Mereka punya kenangan manis melawan Tim Samba.
Gelandang Norwegia Sander Berge bernostalgia kemenangan ikonik negaranya 2-1 atas Brasil pada Piala Dunia 1998, meski momen bersejarah itu terjadi hanya beberapa bulan setelah dia lahir. Kenangan tersebut kini kembali mencuat seiring laju impresif skuad Norwegia di turnamen kali ini.
Norwegia akan menghadapi Pantai Gading di babak 32 Besar Rabu (1/7/2026) di kandang Dallas Cowboys, AT&T Stadium. Laga ini menjadi pertandingan knockout pertama Norwegia di Piala Dunia sejak 1998, tahun saat mereka lolos fase grup berkat comeback dramatis 2-1 atas Brasil.
“Saya merasa seperti sudah menjalani momen itu karena kisahnya sering dibicarakan,” kata Berge dikutip dari AP.
"Tentu Brasil, seperti bagi setiap anak Norwegia yang tumbuh besar, kami menonton semua superstar mereka bermain di Piala Dunia. Itu kenangan indah bagi kami. Jika kesempatan datang dan kami bisa melawan mereka di fase gugur, itu akan menjadi mimpi yang terwujud, tantangan luar biasa, serta peluang dan pengalaman yang fantastis.”
Pemenang laga Norwegia kontra Pantai Gading dijadwalkan bertemu Brasil di babak 16 besar. Tim berjuluk Seleção melaju usai menang 2-1 atas Jepang pada Senin.
Pelatih Norwegia Ståle Solbakken memilih menahan euforia saat diminta menanggapi peluang pertemuan ulang dengan Brasil. Dia menegaskan fokus tim sepenuhnya tertuju pada laga terdekat.
“Kami tidak memikirkan lawan berikutnya,” kata Solbakken.
“Itu terlalu dini. Kami akan mencoba memenangkan pertandingan besok.”
Meski demikian, Solbakken tidak menampik arti penting laga legendaris 1998, ketika Norwegia menyamakan skor pada menit ke-83 dan memastikan kemenangan 2-1 lewat penalti Tore André Flo pada menit ke-89.
“Pertandingan itu penting untuk kenangan, bagi para pemain dan pelatih,” ucap Solbakken.
“Saya juga mengingatnya, tetapi alasan kami berada di sini untuk membuat pertandingan itu sedikit berada di latar belakang.”
Fakta menarik muncul dari komposisi skuad saat ini. Hanya sembilan dari 26 pemain Norwegia yang sudah lahir pada 1998. Bek Kristoffer Ajer bahkan baru berusia dua bulan saat momen bersejarah tersebut, dua bulan lebih muda dibanding Berge.
“Mentalitas kami di dalam tim sekarang sangat kuat,” kata Ajer.
“Kami sudah melalui pasang surut, dan itu sangat bagus dibawa ke kehidupan, juga sepak bola. Kami adalah grup yang kuat, siap bertarung untuk segalanya besok, dan semoga itu cukup.”
Dengan modal sejarah, mental solid, dan peluang besar menantang raksasa dunia, Norwegia berdiri di ambang babak penting yang bisa kembali mengukir kisah besar di Piala Dunia.
Editor: Reynaldi Hermawan